Selasa, 30 April 2013

1 Mei 2013

Assalamualaikum yaa Akhi yaa Ukhti.
Senangnya bisa kembali merasakan tanggal satu Mei.

Yang pertama masih inget bgt deh. Siang siang mau nonton triangle. Film gak jelas, yg nama pemainnya sampe skg gue gak tau, dan yg alurnya bolak balik. Gue sih gak terlalu merhatiin plotnya, kebanyakan ngobrol sama sebelah gue. My partner in everything.

Yang kedua agak biasa. Karena dia harus ikut diklat di Bandung dan gue di Bekasi, maka terjadilah ldr versi Jawa Barat. Gak ada perayaan apa apa, cuma tukeran kado aja. Tapi tetep bikin kgn mau balik ke tgl itu lg. 

Hari ini adalah yg ketiga. Lebih gak ada rencana akan apa yg bakal dilakuin nanti sore. Tapi kita tau apa yg akan dilakuin 3-4 tahun lagi. Soooo we are heading into that. Wish us luckkkkkkk. Terimakasihhh.

Selasa, 23 April 2013

UEFA Champion League Semi Final Barca-Muenchen Leg 1

Niatnya sih kepengen bangun, karena harusnya kekuatan Barca-Muenchen lebih imbang ketimbang Madrid-Dortmund. Ehhh emang bola bunder deh, Barca kalah, 4-0 pula. Gimana gak pengen nangis mbak-mbak deket rumah gue yg jalan jalan ke Marrakash pake jersey Barca dan naro hashtag #ViscaBarca di profile twitternya padahal belom tentu tau artinya. Nih gue kasih penghiburan
Semoga setelah melihat gambar yang memilukan ini, kalian jadi sadar wahai Barca players. Messi tidak selalu datang membantu, mungkin dia sedang stripping cilukba...emuah.

#Champions20


Ketinggalan babak pertama, gak taunya Van Persie udah bikin hat-trick. Have no regret at all, that i've chosen this team to be the favourite one. Biarpun tahun pertama kesukaan saya terhadap mereka dibayar tanpa piala apapun, tapi kesabaran memang selalu berbuah hasil. We are the 2013 BPL's Champions #CityGoestoHell

Cica si manusia Bekasi

Gue adalah manusia yang hidupnya nomaden. Dari kecil udah gak tinggal sama Orang Tua dan malah lebih seneng diketekin sama Uti bikin gue agak modern ketimbang adek-adek gue yang tumbuh besar di Bekasi. Jangan salah, Bekasi sekarang udah maju, gak sama kaya pas gue masih SD. Mulai dari masuk Harapan Indah aja kita bisa nemu berbagai restoran, mulai dari fast food sampai masakan daerah yang bahkan sebelomnya gue gak pernah denger namanya. Perumahan-perumahan besar kaya Harapan Indah, Galaxy, Kemang punya shuttle bus sendiri yang bisa kita tumpangin sampe pusat kota Jakarta, semacam Blok M dan Senayan. Kalo mau les Bahasa Inggris di LIA gak perlu lagi jauh-jauh ke Pramuka, mau karaokean? tinggal pilih seneng yang diva dangdut apa diva pop? Manja deh tinggal di sini.

Coba waktu gue SD, boro-boro Bumbu Desa, Mekdi aja mesti ke Rawamangun dulu kali. Mau ke Mall, harus ke pusatnya Bekasi, dua kali naik angkot dari rumah gue, itupun Mallnya cuma sekiteran Veldrum. Mau nongkrong sore-sore di jco sambil nyolongin wifi? gih ke Kelapa Gading.
*genjotsepedah*

Itulah mengapa gue sangat bersyukur besar di Jakarta.

Anehnya lagi, manusia bekasi seringkali termakan tren yang aneh-aneh. Waktu gue SD, lebih tepatnya udah mau SMP, gue dan dua adek gue hobi nonton Teletubbies. Setiap hari gak pernah lupa satu episode pun. Kalo lo nonton, lo pasti tau yang namanya Poo dengan kendaraan khasnya yang adalah sebuah scooter kontet. Gak berapa lama, di Bekasi booming "penyewaan scooter". Gue agak lupa berapa mahal tarif sewanya sejam, yang pasti kita patungan buat nyewa itu scooter sialan dua jam buat dimainin bergantian. Kita bertiga dengan penuh tekad jalan kaki dari rumah ke tempatnya, kira-kira bisa 20 menit sendiri lah buat jalan, dan baliknya gantian naik scooter. What a waste of time? yes. Setelah menua gue mulai berfikir betapa bodohnya gue saat itu. Sebagai ketua organisasi persaudaraan di rumah, gue sudah gagal.

Abang-abang tukang sewain scooter mulai merasakan pemasukannya tidak sebanyak dulu. Teletubbies udah punya saingan, Tweenies namanya. Ini gak bikin si abang mencari salah satu properti dari film tersebut untuk disewakan, tapi taunya gak lama muncul tren "penyewaan becak mini". Doh. Gak jauh dari bentuk becak-becak biasanya, dan dikarenakan becak diperbolehkan di Bekasi, ini yg mungkin membuat anak Jakarta gak bakal nemuin dimanapun, kecuali di Pasar Gembrong. Gue dan kedua adek gue yg bloonnya gak ada matinya, lagi lagi menyisihkan sebagian uang jajan untun menyewa dua jam becak mini dengan sitem yang sama. Kesana jalan kaki, dan pulang menggenjot bergantian.

Selanjutnya akan muncul banyak hal-hal ajaib, kaya adek gue si Vina yang tau tau buka dagangan di depan rumah, dan yang belanja gue, Fira, sama temen-temennya yang lain. Konvoi sepeda sore-sore sama anak-anak komplek, lari pagi berjamaah, mengahabiskan waktu sore hari di taman deket rumah sambil makan jajanan di pinggir taman. Bekasi memang aneh, tapi gue jadi banyak belajar. Khususnya tentang betapa hidup tak selamanya seindah dan seenak di Jakarta. Dan akan lebih tersenyum lagi saat lo keluar rumah jam 5 pagi, udah banyak banget orang-orang yang kerjanya di ujung berung rebutan angkot supaya gak kena macet. Bekasi boleh kampung, tapi sekarang gue anak Bekasi. :"""""D

Minggu, 31 Maret 2013

Tentang Sebuah Hubungan

Agaknya bingung memulai postingan hari ini dengan kata-kata apa. Postingan ini sebenarnya gue dedikasikan untuk setiap tanggal satu yang mulia dimana setiap tanggal itu gue dan dia sama sama ganti status bbm :)). Well, hari ini tepat tanggal satu yang kedua tiga lhooooo.

Beberapa tanggal satu pertama kami mungkin adalah bagian terindah dari hubungan ini. Bagaimana setiap detik rasanya manis sekali. Bagaimana cerita seakan tak ada habisnya untuk dibagi. Bagaimana perwujudan ngambek masih jinak-jinak bayi tapir. Bagaimana rasanya kalender mau diulang sabtu-minggu terus sampe lebaran kuda. Dan bagaimana pelampiasan amarah hanya duduk diam saling melirik, kemudian saling minta maaf dan menyalahkan diri sendiri. Andai momen ini bisa dikristal dan diperbanyak, terus dijual, gue pasti kaya.

Di pertengahan, tanggal satu kami agak memuram. Keegoisan kami sama-sama tumbuh membesar, sampai ruangan terasa penuh. Weekend terasa tak secepat dulu, cenderung lambat. Ngambek-ngambek imut berubah jadi lempar-lemparan garpu. Cubit-cubit manja bertransformasi jadi cubit gadget sendiri-sendiri. Dunia kamu seperti tersekat kain tipis yang tak tertembus apapun. Kiamat kecil mungkin namanya.

Kemudian tanggal-tanggal satu beberapa bulan belakangan ini, akhirnya kami seperti kembali menemukan tujuan mengapa dulu kami memutuskan bersama. Lempar-lemparan garpu sirna, seiring munculnya pengertian untuk saling memaafkan. Cubit gadget sendiri dipersempit jadi cubit satu gadget berdua alias main game di gadget yang sama. Egois pasti gak mau ilang gitu aja, tapi kehadirannya gak menyesakkan lagi. Weekend kembali ke bentuknya yang menagihkan.

Kalo boleh jujur, gue lebih suka tanggal satu belakangan ketimbang tanggal satu di awal-awal. Lebih apa adanya. Gue suka bagaimana dia menuturkan bahwa caranya sekarang mungkin gak sama kaya dulu, tetapi tujuannya tetap sama. Bagaimana dia manggil gue dengan panggilan paling aneh sejagad bima sakti. Bagaimana dia tertawa melihat goyang salsa super cacat yang gue peragain dengan totality. Bagaimana dia tetep bisa bikin gue kangen sampe nangis-nangisan sendiri. Ooooh i love him, noone compares.

Terimakasih ya ebi tetep tahan sama aku sampai tanggal satu yang ke-23. Terimakasih karena galakmu kok ya belum luntur juga, tapi aku jadi tau kalo sayangmu gak akan luntur. Terimakasih sudah dan akan terus mau mendengar ocehanku, yang sepenting pentingnya paling tentang si Fira lagi deket sama siapa. Terimakasih tetep ngegantiin status bbm setiap tanggal satu, hihi. Semoga kita belum jauh dari titik awal kita mulai, dan masih sangat jauh dari finish impian kita.


Much Love

Cica Badai Ndut Ndut :p

Kamis, 07 Maret 2013

Malam Minggu Miko : Bagaimana ini dimulai dan berakhir.

Harus diakui dengan sangat berat bahwa gue adalah salah satu pengikut dari Raditya Dika. Bagaimana gue sebagai seorang alay saat smp tumbuh dan berkembang bersama Kambing Jantan, masterpiecenya Raditya Dika. Dan bagaimana gue begitu tertarik membeli semua buku-buku yang muncul setelahnya tanpa mesti mikirin besok makan apa (uang jajan abis sekali beli buku).

Semenjak manusia ini menanjak dan terpampang nyata, gue jadi suka sesekali ngecekin websitenya dia. Kira-kira dia uda ngepost apa aja, masukkin vidio apa di youtube, atau sekedar bacain cerita cerita konyol dimana semua novel novelnya nyaris berangkat dari sana. Dan dari situ juga gue tau bahwa dia sedang mengerjakan proyek dengan nama "Malam Minggu Miko".

Sekilas gue baca sih, Malam Minggu Miko ini adalah kumpulan cerita cerita ngenes malam minggu yang dilalui Miko sang pemeran utama, dengan tambahan cerita dari temen sekontrakannya Ryan dan pembatunya Mas Anca. Gue sih jujur aja gak ngikutin di Kompas TV, karena ternyata youtube lebih gampang dijangkau, dan orang-orang dengan gegap gempitanya ngepost-in vidio Malam Minggu Miko regularly. Walhasil home di youtube gue isinya Raditya Dika doang. INI SALAH SIAPA?

Dari mulai Nissa, Miranda, sampai Rachel gue ikutin tanpa putus. Some are good some are flat, yaaa begitulah cerita. Gak mungkin juga semuanya seindah Youve Got Mailnya Tom Hanks, atau What Women Wantnya Mel Gibson, toh Miko juga gak seganteng dan secharming mereka. Tapi i loooove how it ends. Raditya Dika ini kaya niat mengakhiri ceritanya dengan cara itu sedari awal dia nawaitu mau bikin project ini. Akhirnya semacam bikin gue ngiri sama orang yang udah duluan bikin tulisan mengenai ini, dan membuat gue merasa seperti a natural born follower, follower sepanjang masa. Ending dari ceritanya kaya memiliki misi terselubung bahwa cinta hanya butuh kesabaran, kepercayaan, dan kehadiran tanpa pamrih. aaaaaaah~ *cipokinfotopacar*

In short gue ingin berterimakasih sama Raditya Dika yang sudah menjadi pioneer penulis muda yang gak cuma bisa nulis novel cinta-cintaan, tapi juga diselingi dengan pup di celana. At least gue merasa bahwa cinta gak melulu sesempurna apa yang gue tonton di film film hollywood yang selalu bikin gue ngemutin kabel laptop, tapi juga segala hal buruk yang terjadi harus termasuk ke dalam paket cinta itu sendiri. KAPAN NGELUARIN BUKU LAGI BANG? GUE MAU NABUNG DARI SEKARANG?

xoxo

Kamis, 24 Januari 2013

saya dan gelar S.Si di belakang nama saya

seperti debu sudah menyelimuti blog ini ya, janji yang dibombardirkan semenjak blog ini resmi diguntingpitakan lenyap aja lho kesapu banjir harapan indah. zzz masih aja si cica ini kekonsistensiannya dipertanyakan. gak nulis blog semenjak.....sebulan sih, tapi rasanya kaya setahun -_-. well sebulan aja perubahan yg terjadi udah banyak lho, termasuk tambahan gelar di belakang nama cica, jadi cica, S.Si. mihiw! you know what S.Si exactly mean gak? Sarjana Sains, yes, i am a freshest graduate on earth :').

that was a very long story until i finally got the degree, hell yeah. sudah gue ceritakan betapa pembimbing gue yang bagaikan satu sisi magnet yang enggan tarik menarik mengombang ambingkan gue dalam proses pencarian gelar ini. let me refresh your memory. 

dosen satu gue, yg memang gue pilih, tipe yg manut, hooh, dan berooh panjang saat gue menjelaskan apa yg hendaknya gue tulis. gue diperbolehkan menulis apapun, asal saat ditanya sama dosen killer di kampus gue, gue bisa jawab dan gak bikin dia melengas melengos pura-pura gak kenal gue di dalem ruangan. he is a very nice guy, menjawab semua statement dengan tersenyum manggut manggut, dan gak pernah marah. thats why i choose him.

dosen dua gue, ibu ibu tiga puluh tahunan yang di rumahnya gak ada pembantu dan di kampus jadi the most wanted person to be met. kebayang kan sibuknya? mungkin otak bagian kirinya buat mikirin gimana jagain anak anaknya supaya gak ngemilin garem di rumah, dan otak sebelah kanannya buat ngeladenin dosen dosen yg wara wiri cuma sekedar nanyain "si bapak anu kemaren abis ke bogor ya mbak?". jangan tanyakan berapa kali gue beneran bimbingan sama dia dan dikasih sugesti sesuatu mengenai tulisan gue, bisa dibilang gak pernah. kalo kejadian gue duduk di depan meja dia, ada kemungkinan gue cuma jadi saksi pembicaran dia sama dosen dosen lainnya. hufftness. 

tapi begitulah skripsi, my friend once said "kalo gak ada ceritanya bukan skripsi namanya." dan gue boleh mengacungkan lima jempol beserta pinjeman jempol fira untuk membenarkan ucapan dia. tapi lagi lagi kedua orang di atas sedikit banyaknya berjasa buat gue, at least ngasih approval buat gue ngapa ngapain kan.

dan semua orang di balik skripsi gue yg udah gue ukir namanya di kata pengantar skripsi gue, akan gue doakan lancar rezekinya dan enteng jodohnya. aaamiiiin (dikhususkan ke temen temen gue yg jomblowan dan jomblowati). to my dearest thesis, terimakasih karena lo gue bisa jadi sarjana seutuhnya, dan lepas dari pertanyaan "kapan lulus?" yg sampe bosen ditanyain mulu. karena lo gue jadi bisa sombong kalo "gue sekarang sarjana, bweek!". karena lo gue jadi bisa bobo nyenyak dan gak kebayang bayang muka dosen penguji bawa bawa gergaji listrik. karena lo gue jadi bikin kebaya. terimakasih yaaaa, salam cicamen.