Kamis, 19 November 2015

Limatahun pas!

19 November 2010, tepat lima tahun yang lalu adik gue meninggalkan dunia ini untuk selama lamanya.

Gue ini kakak macam apa sih? Sudah lama sekali rasanya saat terakhir gue mengenangnya, menulisnya, membayangkan mukanya, sampai detik ini pun gue masih merasa dia ada tapi ya lagi kuliah dan belum bisa pulang.

Bagaimana Cha kejadiannya? Sebagian besar teman gue mungkin udah bosan dengar ceritanya. Udah khatam jalur ceritanya gimana. Adik gue, Ervina Putri meninggal karena kecelakaan motor (yang bagaimana terjadinya sampai hari ini pun gak ada yang tau) di usia 17 tahun sepulang kuliah.

Kenapa sih kok cewek dibiarin naik motor sendiri? I told her not to, tapi ya apa mau dikata, dia suka dan merasa naik motor jauh lebih efisien ketimbang naik bus. Adik gue saat itu sedang kuliah semester satu di sebuah Universitas Negeri di daerah Ciputat, yang berarti sangat jauh kalau ditempuh dari Bekasi. Yeah i know, gue memanggul kesalahan besar dengan tidak memaksa adik gue untuk gak naik motor, dan gue menyesalinya sampai hari ini, I wish i could turn back the time :(

Apa yang bisa lo lakukan setelahnya Cha? Berdoa. Berdoa tanpa putus. Gue sangat percaya adik gue ini anak baik. Nggak pernah neko neko selama hidupnya. Dialah wanita pertama di keluarga gue yang memberanikan diri menggunakan hijab. Gue ingat sekali terlibat percakapan aneh dengan dia bahwa wanita yang gak pakai hijab, jangankan masuk syurga, mencium baunya pun enggak. Setelahnya gue gak bisa tidur kaya abis nenggak dua tong kopi item. Besoknya gue memutuskan berhijab. How she simply told me to do the right things with her own ways. And thats why i love her so much.

Apa yang membuat lo sedih Cha? Setiap liat nyokap gue inget Vina, hati gue remuk, hancur. Beliau selalu menangis dan bercerita dengan menggebu gebu. Gue percaya amatlah susah mengikhlaskan anak lo yang meninggal, biarpun sudah berpuluh puluh tahun berlalu. Ibu mana coba yang sudah mengandung dan melahirkan dengan segenap jiwa raganya yang bisa rela?

Well, di peringatan lima tahun mengenang kepergian adik gue yang teramat gue sayangi, namun tak pernah satu kalipun gue sampaikan kepadanya langsung, gue sama sekali ndak ingin bersedih hati ataupun menyesal dengan apa yang sudah terjadi. Takdir Allah sudah digariskan siapapun ngga mampu melawan.

Dear Vina, i dont know if you can hear me or not, tapi gue yakin lo tau kalau kami semua sayang sekali sama Lo. Dibalik sifat Ayah yang meledak ledak, Ibu yang hobinya uring uringan, gue yang moody, dan Fira yang bocah itu, kami nggak pernah ragu untuk bilang lo adalah hal terindah yang pernah kami punya. Waktu yang kita punya memang sangat sebentar, tapi gue akan mengingatnya sampai otak ini tak lagi mampu bekerja. Dari kecil kita suka dipakein baju sama, youre like a twin for me. We shared everything eventho we were not talking that much. I was in Rawamangun since i was so small so we couldnt spent many times together, but still youre the best sister and partner in the world.

Terimakasih karena selalu bisa bersikap jauh lebih dewasa dari gue. You are always the best BACKUP i've ever had. Lo selalu bisa menjadi tempat gue membuang segala unek unek yang bikin gue eneg. Lo inspirasi gue Vin. Lo pribadi yang sangat gue impikan, apabila gue diberi kesempatan untuk lahir kembali. Lo adik, sahabat juga sekaligus teman bertengkar yang paling baik. Stay awesome wherever you are. Syurga Allah menantimu Vin, Alfatihah :)

Salam,
Chi-cha

Selasa, 06 Oktober 2015

Celebrating a month as a wife.

Gue sudah menikah sebulan dan belum blogging satu katapun. Bukan, bukan karena gue gak bersyukur gak bahagia, bukan juga karena gue gak ada waktu pegang laptop dan berenang renang bahagia dengan koleksi film gue lagi. Karena emang males aja, maafkan ya istri baru masih labil.

How is my marriage life?

Bahagia, kaya pacaran tapi halal.

Gue ini jujur aja, super pemalas. Kalo di rumah, Ibu lagi nyapu gue cuma angkat kaki sambil menyemangati semacam umbrella girl, eh salah pom pom girl maksud aing. Eh ya skg gue mesti bangun jam 5 pagi bikinin sarapan atau sekedar susu milo hangat untuk suami, dan gue dengan ikhlas dan rela gue lakukan. Mejik bukan!

Soal masak memasak gue masih jauh lah dari bisa, bisa dimakan aja udah alhamdulillah banget. Tetapi gue membiarkan pandangan orang yang menganggap gue gak bisa masak, dan Randy jadi terbengkalai. Biarlah, let others think what you are not haha. Karena gue masak....kalau mau, dan bahan bahannya ada. Sejauh ini sih masakan gue masih kisaran oseng oseng dan sayur sayur yang bening semacam sop. Tapi yasudahlah, stock nugget, telur dan bakso di kulkas melimpah, maka hati nyonya ini tenang :).

Tinggal dimana cha setelah menikah? Im very proud to answer this type of question. Gue sama randy kebetulan belum punya rumah sendiri, jadi ya harus ngontrak. Kenapa ngontrak dan gak nebeng sama Ibu? Well, kebetulan Ibu nya Randy sudah ndak ada, dan Ibu aku gak suka anaknya nebeng. Jadi gue sama sekali gak kepaksa sama yang namanya ngontrak. Gak sayang karena uangnya terbuang buat sekedar menyewa rumah. Karena yang namanya ngontrak (menurut gue) jauh lebih indah ketimbang nebeng di rumah mertua. Kecuali rumahnya besar dan jarak antar kamarnya 15 km sendiri. Kebayang kan kalo tinggal di rumah mertua, kamar mandi satu, kamarnya nempel, mau keramas aja puyeng. Becandaan gue ibu ibu banget ya? Boam.

Jadi kehidupan gue dan randy selama pas sebulan ini bahagia banget. Sudah dua atau tiga kali bertengkar sebagai suami istri, tetapi dilalui dengan smooth karena bekal pacaran empat thn yang super kelamaan itu. Bobo bareng kaget apa engga? Kaget tapi gak sampe harus loncat dari tempat tidur dan pasang muka shock ala ala emot whatsapp. Yang pasti menikah itu enak kok, semoga statement gue ini bertahan sampai beratus tahun ke depan sama randy ya.

Jadi yang udah pacaran kelamaan, nikahlah. Bosen tau pacaran mulu haha. Percayalah kebahagiaan sebagai pacar pacaran dan suami istri sangat berbeda haha.

So, ciao from Cica :)

Minggu, 02 Agustus 2015

Uber : first ride experience

I was like no idea about this "Uber" thing. Di kantor lama kalo mau pergi pergi bisa minjem mobil cabang, jadi gampil. Pas masuk kantor baru, orang sekitar cenderung memiliki mobilitas tinggi, dan cawang yang macetnya ampun ampunan bikin nyerah kalo nyetir sendiri, maka fasilitas macam gojek dan uber ini santapan lezat banget.

Pertamanya gue hanya menyerap dan menelaah info info si uber ini. Om om yg duduk di sebelah gue, kaya brand ambassadornya uber bagi bagi travel codenya doi. Katanya kalo dipake gue akan dapat 75k free ride, diapun 75k. Maka win win solution. Simbiosis mutualisme.

Gue masih mencari waktu. Kapan waktu yang tepat untuk disupirin layaknya majikan? ((karena tagline Uber adalah "Everyone's private driver")). Maka akhirnya gue putuskan untuk naik uber hari minggu yg lalu (2 Aug 2015) dari lebak bulus-pondok kopi karena gojek sudah melebihi 25 Km yang mengakibatkan gak bisa dipesan *tear*.

Gue awalnya agak khawatir, jam setengah 6 pagi udah ada belum nih drivernya. Nekatpun gue pesan. Estimasi travel farenya 75k-99k, yasudahlah gue pikir capcus aja toh gue punya 75k free ride tadi. Paling apesnya nambah 25k laaah. And i think i was very lucky, karena ada driver di sekitaran lebak bulus yg available. YEY whata wonderful day!

Waktu tunggu gue terhitung cukup cepat, 12 menit saja. Pop up notifikasi muncul di handphone gue. Identitas driver, jenis mobil dan platnya. Langsung gue capture tanpa ragu. Jaga jaga kemungkinan terburuk aja sih.

Gue dapat mobil Nissan Grand Livina. Not the best car i guess ((karena dengar dengar ada yg Alphard bahkan)), tapi lebih dari cukup dan lebih dari nyaman ketimbang taksi yg ratenya lebih mahal *aku gemar menabung*. Dalam mobilnya bersih sekali dan drivernya menyetir dengan sangat baik.

Gue kebetulan gak terlalu banyak ngobrol, karena ngantuk dan malu, gue kan wanita *sisir alis*. Tetapi bisa gue bilang pengalaman gue ini cukup asik dan berkesan. Kurang berkesan apa kalau waktu tempuh gue cuma 30 menit dan travel farenya hanya 74k yg artinya aku tak bayar apa apa alias HRATIS.


Pelayanannya boleh gue acungi puluhan jempol, Gue super excited dan pengen coba naik Uber lagi, jikalau ada kesempatan. Dan kebetulan gue masih punya free ride 75k lainnyaaaa. Horray!

Jadi gue sarankan untuk kalian kalian anak gaul Jakarta yang gak mau kerudung atau poninya rusak gara gara helm gojek, boleh dicoba uber sebagai alternatif. Syaratnya mesti punya kartu kredit sih, kalo engga nebeng kartu kredit emak aja hehe. Tapi mesti selalu waspada, jangan lupa capture selalu nomor polisi dan identitas driver terus informasikan ke orang orang terdekat, supaya lebih gampang melacak kalau kalau ada hal buruk yang tidak diinginkan terjadi.

Safe travel Fellas.

Wassalam,
Cicacicoy











Sabtu, 25 Juli 2015

Kenapa pindah?

Kenapa pindah? Kalau bisa bertahan.....Kenapa bertahan? Kalau pindah ternyata lebih indah. HAHA

Ini gak jelas banget openingnya. Jadi ceritanya ini masih soal kepindahan kerja gue, bagaimana akhirnya gue memutuskan berani pindah dan memulai lembaran baru *Tsah *KibasGamisSyar'i.

Gue sudah dua tahun lebih sebulan kerja di kantor lama gue. Sudah hapal semua seluk beluk gedung sampai jalan jalan kecil sekitaran kantor. Sudah "gape" kalo orang betawi bilang, perihal kantor lama gue ini. Lalu kenapa pindah?

Someone said : Pindah kerja itu ada dua sebab besarnya. Either gak betah or dapat tawaran lebih baik.

Tebak saja gue yang mana. Mungkin bisa jadi keduanya hehe. Tapi boleh gue bilang pengalaman gue dua tahun lebih sebulan di kantor lama sangatlah membekas. Gue bahagia sekali pernah kerja disana. Jadi gue bisa dengan bangga jawab kalo ditanya "dulunya kerja dimana?", dengan perut membusung. Bangga sekali gue, sungguh.

Lalu kenapa pindah chaaaaa? Kamu ini bikin kesel deh lama lama,

Beberapa faktor yang jadi pertimbangan kepindahan gue.

Uang. Boleh dibilang sedikit banyak ini jadi faktor penentu. Emang naik berapa sih gajinya Cha? Nyaris semua orang nanyain ini. Gue sesungguhnya agak gedeg, kenapa? Kurang etis aja gitu didengernya. Kalo gaji gue naiknya cuma goceng terus kenapa? Gue akan tetap bahagia. Karena uang yang gue maksud disini bukan cuma masalah kenaikan gaji, tetapi juga biaya hidup yang menurun drastis dibanding jika gue tetap di kantor lama. Gue gak perlu ngekos, ini asiknya, uang gue 450k utuh meeen.

Lagian kenapa sih orang itu pindah kerja cuma karena perkara uang melulu. Kenapa? One of my friend, pindah kerja ke tempat kerja yang uangnya banyak sekali. Lalu sampai sana dia bahagia? Hidup tenang karena gak perlu mikir lagi kalo jajan? Engga tuh. Masih aja berkeluh kesah. Kurang ini, itu, anu, karena ya kita ini manusia. Kalo gak ngeluh lalu apa?

Lokasi. Kantor baru gue bisa ditempuh bolak balik ke Bekasi, ke Bekasi, pakai kereta. Bayangkan. Betapa bahagianya Ibu dan Ayah gue mendengar kabar ini. Dan betapa bahagianya juga gue, karena sarapan dan makan malam bisa gue lakukan di rumah. 

Dan menurut gue faktor ini lebih aduhai ketimbang sekedar kenaikan gaji yang signifikan. Biarpun kita gak boleh munafik, uang juga pertimbangan besar.

Lingkungan kerja. Memangnya kenapa Cha sama lingkungan kerja yang lama? Engga kok, gak papa. Gue pindah ke tempat baru ini karena lingkungan kerjanya mirip mirip sama kantor lama gue. Lalu kenapa harus pindah? Karena kantor baru ini memberikan kenaikan gaji yang tidak banyak namun ada, lokasi yang bisa ditempuh bolak balik ke rumah no worries dan lingkungan kerja yang santai sekali. Jika sudah begini gue bisa apa selain bersyukur?

Beberapa teman gue me-Whatsap//BBM//Line gue untuk sekedar bertanya, "gimana Cha kantor barunya? Enak gak? Enakan sana apa sini?"

Gue jawab singkat "Enak kok, kerjanya santai banget, bosnya baik baik, gak beda jauh lah sama tempat lama. Cuma bedanya gue belum menemukan teman-teman seperti kalian disini :')."

*CIEGITU

Teman teman favorit aku
Sesungguhnya ketakutan terbesar untuk pindah adalah, "nanti gimana kalo misalnya gue menyesal pindah?"

Jawabannya kembali lagi ke diri kita masing-masing. Lo pindah buat apa? Setiap tempat punya culture dan rulenya sendiri sendiri. Kalo uangnya besar mungkin lingkungannya kurang enak, kerjanya harus lebih berat dan capek. Kalo lingkungannya enak, teman-temannya asik, mungkin kenaikan gaji dan benefit lainnya gak signifikan. Gak papa kok, coba aja cari di belahan dunia mana ada perusahaan yang semua muanya enak. Semua jadi enak kalo kita bersyukur. Kalo lo sulit bersyukur maka lo gak akan menemukan tempat bekerja yang cocok. Lo akan terus mencari sampai capek sendiri.

Pasti akan ada yang lo sesali satu atau dua. Gue contohnya, kehilangan teman-teman yang baik dan sangat asyik siapa yang gak akan menyesal? tapi toh kalo disyukuri lo masih akan bisa banyak hal positif lainnya menanti lo. Alhamdulillah gue masih dikasih kesempatan pindah ke tempat yang lebih baik, InsyaAllah.

Terimakasih buat kantor lama gue yang sangat baik kepada gue. Semua Bapak Ibu bos gue yang baiknya gak ada ujungnya. Teman-teman aku yang gue rindukan setiap harinya, bodoh sekali sih kalian aku kangen nih. Tempat duduk gue yang supah comfy. Tempat makan indomie kesayangan. Kosan aku. Teman tidur saat di kosan. Jalan yang gue lalui setiap paginya. Kalian hebat menorehkan memori indah di otak gue. Bahagia sekali pernah mengenal kalian.

Terimakasih ya semua.
Salam rindu dan kangen

Cica yang sekarang anak MT Haryono :'')






Selasa, 14 Juli 2015

How to survive on a commuter line

Pekerjaan baru memaksa gue bertransformasi menjadi anker (anak kereta). Entah gue mesti senang ((senang untuk apa)) atau harus sedih menghadapinya. Sejujurnya ini berat, karena naik kereta harus berdesak desakkan dan gue orangnya gak tegaan. Masa iya setiap gue mendorong ((tanpa sengaja)) ((karena buah hasil dorongan orang lain pula)), gue harus minta maaf. Gak sekalian pinjem speaker mas masinis buat minta maaf, #lehuga.

Pada akhirnya gue mendesak adik gue untuk mengantar hari pertama naik commuter lain sambil potong tumpeng kalau perlu. Kereta bekasi itu per 5-10 menit pasti datang silih berganti, hebatnya lagi biarpun sering muncul tetep aja penuh sampe mublah mublah. Hell yeah Bekasi <3. Sesampainya di stasiun gue sama adik gue jawara commline bekasi bagian Klender Baru berdiri di barisan paling depan. Kereta wanita, they said. Lebih aman memang tapi effortnya lebih besar, kumpulan wanita lebih sparta dari lelaki sejujurnya. Boleh dicoba deh!

Adik gue ini santai banget, pasang masker earphone lalu menatap lurus ke depan. Sementara gue pasang earphone gemetar, tengak tengok kapan keretanya datang, terus udah siap siap di posisi tegak sempurna melambai lambai pada kereta tanpa maksud. Adik gue lalu menengok dan bilang

"Lo apalin mbak hari ini lo berdiri dimana, misalnya di seberang tong sampah. Kalo gak dapet posisi paling depan, baris di belakang orang yg berdirinya tepat di titik yang sudah lo tandain. Jangan di samping, masuknya susah."

Dia menatap ke depan lagi, lalu tiba tiba menengok lagi.

"Tenang ajaaa lo pasti akan jd lebih jago dr gue :). Lo akan naik kereta setiap hari toh."

Lalu kereta datang. Gue terdiam, menghapal baik baik pesan ibu fira, adik yg sangat inspiratif. Salam super. Sesaat sebelum pintu dibuka, ibu ibu sudah mulai mendorong. Gue pasrahkan biarkan gue terdorong biarkan gue terbawa arus. Halah. Alhamdulillahnya gue berhasil naik di kereta tersebut. Biarpun, di dalam itu saking penuhnya lo bahkan gak perlu pegangan.

Ini yg dibilang orang orang GO WITH THE FLOW~.

Di dalam kereta gue sarankan untuk pura pura bobo ajaa. Agar semua penderitaan lo akan terasa cepat berlalu dan pada akhirnya lo sampai di tempat tujuan dengan sukacita. Tidak perlu banyak komentar, penuh, aduh jangan dorong dorong dsb, karena gaka akan berefek sama sekali. Mereka semua juga go with the flow. Ahak.

Turunpun, nah ini, bahkan saat turun aja ibu ibu sparta pasti rebutan. Dorong dorongan seperti sedang nonton superman is dead di sebuah pensi sma. Jadi lagi lagi sarannya go with the flow. Kalau didorong ikut aja, pelan pelan, cari pegangan, supaya kalopun jatoh gak nyusruk nyusruk amat.

Kereta tanah abang sudirman

Berikut adalah pemandangan kereta Sudirman Tanah Abang yg kebetulan bukan rute gue, alhamdulillah. Gak pernah kosong dan selalu penuh. Warbyasak.

Jadi inti dari tulisan panjang ini adalah, jika kamu berniat menjadi anker yg baik budi dan hatinya, siapkan mental terlebih dahulu. Kalau gak siap, bisa jadi setiap kereta berhenti lo hanya akan menatap nanar kereta tersebut berlalu. Yang kedua pasrahkan, go with the flow bahasa bagusnya. Ikuti arus saja, bukan berarti gak punya pendirian bukan, melainkan anaknya harus mengikuti tren commuter line saja. Sisanya perbanyaklah berdoa, karena kalo lo dikelilingi wanita sparta hanya Tuhan lah yg mampu menolong lo.

Sekian cara cara ampuh gue bertahan dan mampu berjuang bersama ibu ibu sparta di dalam kereta. Jadilah anak kereta yg sesuai passion anda. Ciao!

Kamis, 18 Juni 2015

Marhaban Yaa Ramadhan

Betapa waktu sangat tidak bisa ditahan untuk berlari. Rasanya baru kemarin solat Eid berjamaah sekarang sudah masuk bulan Ramadhan lagi. Berkah dari Allah karena masih dikasih kesempatan menikmati Ramadhan ke-24 selama hidup di dunia, Alhamdulillah.



Ramadhan ini sangat istimewa, kenapa? Karena ini adalah Ramadhan terkahir gue melajang (InsyaAllah) dan Ramadhan terakhir yang saurnya dimasakin Rika (Shed a tear).

Namun selebihnya tetap samaaa :):).

Gue selalu suka fenomena Masjid yang penuh desak desakaan saat bulan Ramadhan. Setiap bulan Ramadhan, setelah Sholat Zuhur selalu diisi dengan kajian. Jika kita beruntung maka Ustadznya asik banget dan enak didengar. Penuh kelakar dan gak membosankan. Kalau sedang tidak beruntung, toh kita tetap dapat mengambil ilmunya sembari mendengarkan dan duduk duduk mengisi waktu istirahat dengan kegiatan yang baik. Selepas Sholat Ashar pun ada yang ngisi kultum, indahnyaaaa. Kenapa ya kegiatan positif kaya gini gak setiap hari ajaaaa (ya abis dong bok budget mesjidnya).

Oke gue akan kembali ke mesjid penuh sesak di kala Ramadhan. 

Gue sesungguhnya bahagia banget bisa melihat fenomena ini dengan mata kepala gue sendiri. Dalam hati gue berpikir di Indonesia, mesjid kecil sebuah kantor ajaa sepenuh ini saat Ramadhan, Apakabarnya di Makkah dan Madinah gak sih? Subhanallah. Bahkan saat bulan Ramadhan orang orang yang sholatnya akhir waktu atau bahkan gak sholat berbondong-bondong ngantri wudhu. Well Allah itu maha membolak balikkan hati manusia. Semoga ke depannya istiqomah ya Kakak kakak! :D

Fenomena unik yang sering terjadi saat Ramadhan adalah, banyaknya pedagang musiman yang berjualan mulai dari gorengan sampai ta'jil (kolak, biji salak dkk). Yang lebih mencengangkan banyak dari mereka yang berjualan makanan berbuka ini bahkan bukan orang muslim. Berkah bulan Ramadhan ini ternyata terasa sampai segala lapisan. Bahkan pernah ada salah seorang penjual yang bertanya dengan polosnya ke ibu gue "Kenapa Ramadhan cuma setahun, kalo 2 kali atau 3 kali setahun penghasilannya bisa melonjak banget.". 

Tetapi pada akhirnya fenomena fenomena ini yang akan selalu gue rindukan. Masjid yang penuhnya bukan main sampai 2 sajadah dipakai 3 orang sekaligus. Dan pedagang Ta'jil yang membuat barisan rapi di sisi jalan.

Apapun itu berkah yang terajdi di bulan Ramadhan, kecil ataupun besar, yang pasti semuanya akan dapat THR pada akhirnya.

Terimakasih Allah karena sudah menjadikan satu bulan ini begitu penuh berkah <3

Wassalam

Selasa, 16 Juni 2015

Happy bday to me!

Im sure getting very very old, 24 yearsold. Ulang tahun terakhir sebelum akhirnya akan melepas masa lajang #jie. 

Thank you Allah for givin me another year another journey ahead. So thankfull to be here today as a grown up girl. InsyaAllah i grew to be a better person.

Tahun ini gak beda jauh dari tahun tahun sebelumnya. Tetep dibeliin kue ala ala sama ayah ibu dengan tulisan tulisan absurd. Dan tetep diciumin sambil dikasih selamat ulang tahun sama ibu (biarpun doi sempet lupa, gue pun yg ingatkan).
Dari AyahIbu

Ebi juga sukses gue palak beliin kue. Ceritanya biar romantis gue minta ditulisin "Happy bday calon ibu dari anak anak ku". Udah pake diskusi panjang dan berkelit, nawar nawar akhirnya jadinya begini doang.
dari ebi
Happy bday my partner in crime enough to describe sih apa artinya aku di mata dese, Haha thank you ebi! (bon kuenya masih ketinngalan di atas kuenya btw, gue jadi tau deh harganya. Untung gak minta reimburse :( ).

And my room mate yang baik hati dan tiada terkira kreatifnya bikinin prakarya yang lucu namun salah spelling. Yaudah lah yaaa aku tetap bahagia dia membuatnya dengan penuh tenaga dan usaha yang super. Hers is the thing she made to me 
Birthday sih harusnya :))

Aaaah i cant thank enough semua orang yang mengucapkan, mendoakan, mensupport dan sangat baik. Temanteman After Office kesayangan aku yang kirim paket tapi kurir nya menghilang, terimakasih. Poppy dan Keke yang ngepost foto aku di paaath aah kalian sweet banget sih. Temen temen branch yang ngucapin biarpun dengan ucapan semoga paha yang di lengan makin membesar, dasar anak anak kurang ajar. Terimakasih theo dan angga yang ingaaat haha. Terharu sekali lhooo :)
Smeoga umur aku makin berkah Ya Allaaaah aamiinnn. Lancar lancar segala urusan sampe bulan september nanti dan seterusnya. Amin Amin Amin