Sabtu, 02 Desember 2017

PERTAMA KALINYA KE SINGAPUR (BENERAN) - gembel Changi is back! (3D2N in a very low budget)

HOLLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~~~

I just got back from nowhere. Karena kalau ditengok gue gak pernah nulis lagi since...... lamaaa banget sampai lupa. Niat mau nulis pengalaman nonton Coldplay yang membahagiakan itu aja pupus, dan udah basi banget kalo diceritain sekarang.

Okay.

Kenapa gue bisa ke singapur sama Randy? Jadi secara random suatu hari di stasiun bekasi, Randy yang teramat brilian, memberikan ide. Gimana kalo short trip ke singapur aja? Terus beli tiket deh, yak kami memang random. We dont took even seconds just to sit and think. Tau tau beli namun tetap cari yang mureeeeh, ya kan travelling juga mesti sadar budget.

Travel date : 5 Oct 2017 (Thu) - 7 Oct 2017 (Sat)

inilah rincian tiket kami :
CGK - SIN IDR 728K/2 tickets - eachnya kena IDR 364K
SIN - CGK SGD 118/2 tickets - each SGD 59 atau IDR 590K
so seorang tiket ppnya kena IDR 954K

lanjut...

Beres beli tiket hal selanjutnya adalah booking hostel. Beruntungnya kalau berlibur di singapur, lo bisa sewa kamar hostel yang bener-bener fit to the budget, dan ditambah daerahnya yang sudah kejangkau sama MRT, kita jadi gak perlu worry lagi sama lokasi menginap. You can go anywhere you want tanpa makan waktu, piece a cake!

At the end, gue sama randy ujung-ujungnya cari hostel yang lagi kena promonya traveloka. Namanya Clifden Hostel di daerah little india. Kami sewa 2 beds in mix dorm dengan rate IDR 526K/2 beds. Yang artinya 1 bednya kena cuma IDR 263K, dua hari! Berarti seharinya 1 bed itu harganya cuma IDR 131.5K. BREAKFAST INCLUDED. Im shook.

Persiapan selanjutnya adalah....

Mesti bawa apa aja sih kesana?

Walhasil gue googling segala gala, mulai dari itinnya mesti kemana aja, bawa apa aja, yang beda dari Jkt dan singapur apa dan inilah hasilnya

  1.  Ezlink. Ezlink itu apa sih? Ezlink itu semacam emoney/flazz kalo di Indo. Kartu serba guna, bisa buat parkir, naik bus dan naik kereta (MRT). Kartu ini gue persiapkan untuk naik MRT tanpa perlu repot-repot beli lagi ots. Ada banyak pilihan lainnya untuk naik MRT tanpa beli ezlink, kaya STP (Singapore Tourist Pass). Namun dikarenakan gue males refund dan bla bla bla, makanya gue pilih ezlink instead of any other options. Btw gue belinya di tokopedia, karena super-super gak mau repot. Here i share to you nama tokonya yaaa : Darin Shop. (Harga : IDR 133K belum sama ongkir).
  2. Colokan 3. Ini super penting, kenapaa? Karena semua tempat di singapur pake colokan ini sebagai colokan standart mereka. Gue saranin kalian beli dari sini before you go to singapur. Disanapun ada yang jual cuma mungkin harganya bisa SGD 10 per pc, yang berarti 100rebuan buat colokan yang disini gak sampe 20 rebu.
  3. Beli sim card tourist di sevel jangan di bandara. Ini fun fact yang bagus dan telah melalui banyak sekali tulisan yang gue baca. Gue itu kalo keluar negeri selalu beli tourist sim card yang nyalanya cuma 3-5 hari tergantung berapa lama gue liburan. Untuk kasus singapur, kalo kita beli di bandara harganya bisa kena sampe SGD 50, meanwhile di sevel cuma SGD 15. So guys you better find sevel to buy the sim card kalo engga merugi 350 ribu karena gak sabar pengen internetan.
  4. Bawa botol minum ya! Buat apa? Kan bisa beli. Well, ini untuk tindakan preventif. Seperti yang sudah kita ketahui, singapur ini udah maju dan sophisticated kan negaranya. Sudah banyak water fountain yang bisa diminum di tempat rekreasinya. Daripada beli air kemasan yang harganya selangit mendingan refill aja di botol bawaan sendiri. Hidup keras sis :').
  5. Payung. Haha cheesy banget gak sih saran gueee. Tapi believe it or not, ketimbang kejebak hujan dan gak bisa kemana mana. Bawa payung itu gak rugi sama sekali.

Itinnya kemana aja cha?


Kamis - 5 Oktober 2017

  • Karena gue sampe singapur sudah sangat sore, sekitar jam 3/4 (kinda forgot),  itin yang gue bangun dengan sedemikian rupa langsung runyam. Maka daripada pusing kami makan aja deh di kawasan little india. Makan nasi goreng sama mie goreng yang rasanya mirip-mirip sama mie aceh, tapi tetep lebih enak mie aceh for sure. Each kena SGD 5. Mau nangis ya makan gitu aja limpul :(.
  • Merlion Park. Beres makan gue sama randy membulatkan tekad untuk ke merlion park biarpun hari sudah cenderung gelap dan mau maghrib. Go big or go home, they said. Naik mrt deh, nyobain ngetap ezlink dan yea langsung bisa dipakai tanpa perlu daftar daftar lagi. How to get there : Little India-Bugis-transit ke green line arah Tuas Link-turun di Raffles Place. Dari stasiun MRT Raffles Place tinggal nyalain google maps aja dan sampe deeeeh :D.
Merlion at night, not bad huh?!

Jumat - 6 Oktober 2017



  • Art Science Museum. Ini tempat ada bucket list nomor 1 gue kalo ke singapur, dikarenakan rasa iri dengki yang tak tertahan lagi. How to get there : Little India (naik ke arah Expo)turun Bayfront. Sisanya the power of google maps kaya biasa. Ticket pricenya agak pricey, yaitu SGD 17. Tapi it was worthed sih. Dalemnya kece bangeeeeet. Someday we will take our children there, amin.
Demi ig feeds 2017 yang lebih baik
  • Gardens by the Bay - OCBC Skyway. Okay lokasi kedua adalah mengunjungi dan melihat langsung supertree -nya singapur di Gardens by the Bay. How to get there : BY FOOT AND I MEAN IT. Itu tengah hari bolong, gue gak bawa topi dan panas banget, akhirnya gue buka payung boam malu malu dah. Ticket price SGD 8, padahal gue udah siapin SGD 10 buat berdua karena baca baca di blog orang harga tiketnya cuma SGD 5. Taunya kena inflasi juga dia :(. You know what we did right after we arrived? MAKAN MEKDI, laper gils abis jalan kaki panas-panasan. Say gbye to rundown, jam makan udah hancur belaburan.
Lo makan dah tuh mentari siang harinya singapur!
  • Orchard Road. Setelah berpeluh ria mari tutup hari ini dengan makan 1 dollar ice cream (yang udah naik jadi 1.2 dollar ice cream) dan ngemall. Yuhuuu Orchard Road. How to get there : Bayfront - Naik ke arah Dhoby Ghaut- turun di Dhoby Ghaut - Transit ke red line - turun di Orchard. Sampe di orchard road ngapain aja cha? Makan 1 dollar ice cream dan mall hopping. Terus di salah satu mall lagi lagi kita kelaperan, dan setelah sekian lama melakukan pencarian, akhirnya kami tau kalo ke singapur mau makan apa yang murah dan halal ENCIK TAN!!! Our saviour. Yang isinya adalah nasi, chicken cutlet (semacam katsu), sayur kol (semacam yang ada di nasi padang), kuah kari (ini karinya enak asli, tapi gue minta dipisah), dan telor ceplok. Deym! It only costs you gak sampe SGD 5 dan kalo lo nambah 1 dollar aja lo dapet minum. Nikmat Tuhan manalagi yang kamu dustakan cobaaaaa. For details boleh kunjungi websitenya haha https://enciktan.com.sg.
Sabtu - 7 Oktober 2017 

  • Haji Lane. Karena hari ini kami akan pulang, makanya pelesirnya ke tempat-tempat yang akan membantu kami memperbaiki ig feeds kami saja dan tidak terlalu melelahkan, maka dari itu pagi pagi banget kami putuskan untuk ke Haji Lane. How to get there : Little India - naik ke arah Expo lalu turun di Bugis. Dari Bugis station jalannya cukup jauh cuma karena masih pagi, its okeee ketek basah nevermind. Masuk haji lane gak bayar yaa guys, karena ini cuma lane ajaa yang temboknya digambar atau dicat sedemikian rupa dengan apik dan unik, jadi buat foto bagus. Juga haji lane ini isinya cafe dan butik-butik lokal yang kebetulan karena gue pagi banget belum  banyak yang buka.
muke agak nyaru sama gambar
  • Bugis Street. To close the day ada baiknya sebelum balik jkt kita beli oleh oleh. Dari Haji Lane tadi kami cuma jalan kaki aja sampe Bugis gak perlu naik MRT lagi. Di Bugis you guys can buy anything, and i mean by anything ya beneran anything. Gantungan kunci ada, cokelat ada, kaos ada, totebag ada, semua merchandise yang ada tulisannya Singapore or SG or i love SG are easy to find here. Tinggal mau bersusah susah cari yang jual dengan harga paling mureh.
To sum up  akan gue coba hitungkan cost yang kami keluarkan per person untuk budget trip ini yaaa :
  • Tiket pesawat PP : IDR 954K
  • Hostel : IDR 263K
  • Ezlink Card : IDR 133K
  • Top up MRT : IDR 100K
  • Simcard Tourist : IDR 150K
  • Meals : IDR 50K each x 5 --> IDR 250K
  • Art science : IDR 170K
  • OCBC Skyway : IDR 80K
Jadi kalo ditotal kena IDR 2,100K tanpa oleh-oleh. 

Well menurut gue masih oke laah. So pesan gue you can go anywhere you want asal prepare your travel plan seriously, karena biayanya bisa melonjak tanpa kalian sadari. Khususnya pas beli oleh oleh. Haha. See you guys in another trip that i 'll share again someday. Byebye.

Salam dangdut

Erlynannisaaa



Rabu, 19 April 2017

Pilkada 2017

Akhirnya selesai juga ribut-ribut aneh perihal pilkada DKI. 
Polemik ini gak pernah beres dan bikin gue jadi bolak balik sign in/out facebook demi kedamaian hati. Kenapa? Karena manusia itu hobinya ribut membela orang-orang yang belum tentu bisa nolong mereka di akhirat kelak. Boro-boro di akhirat, kita jatuh di jalan juga mereka belum tentu perduli.

Idrc siapa yang menang nantinya. Pak Ahok gue sudah melihat kerjanya, gue puas gue suka. Orangnya tegas dan gak mencla mencle. Pak Anies lebih kalem, memang belum terbukti kerjanya namun kalau sudah berani menjadi calon toh beliau pasti punya sesuatu kan.

Namun karena gue muslim, gue teramat punya batasan terhadap cara gue memandang sesuatu, menilai sesuatu, memutuskan segala sesuatu. Salah satunya pemimpin. Muslim diwajibkan untuk memilih sesama muslim sebagai pemimpin, tertulis jelas di Al-Quran. 

Seberapa baikpun dia, jika bukan muslim ya gue harus tinggalkan.



Banyak lho yang bilang, jangan cuma memilih karena agamanya aja, harus kerja juga dong. Waduh jujur aja deh, urusan begitu mah balik ke masing-masing orang. Beda orang beda cara pandang. Beda cara memutuskan sesuatu. Kalo gue patokannya agama, ya gak semua orang harus punya pakem yang sama. Masuk surga kan gak rombongan juga. Ditanyain amal ibadahnya sendiri-sendiri.

Kalo dibilang buta karena gak bisa pilih pemimpin berdasarkan kerja gimana? Bodo amat. Gue gaak terlalu vokal ngadepin politik ginian. Kalo orang nanya nyoblos apa gue akan jawab Ahmad Dhani dengan alasan gue orang bekasi. Orang gak perlu tau dan ikutan ngejudge sama pilihan gue kan? Toh mereka gak ikut nafkahin gue setiap hari.

Andai pilihan gue kalah gimana? Ya gak gimana gimana. Gue selalu berada di pihak gak dominan. While semua orang milih Jokowi sebagai gubernur jakarta back then, gue gak pernah milih beliau from the first time. Waktu beliau naik jadi presiden pun, gue pilih Prabowo. Biarpun pilihan gue selalu kalah. Kalau sudah kalah sudah bukan tugas gue lagi menjudge mereka. Mereka sudah menjadi pemimpin gue, yang akan ditanyakan pertama kali oleh Tuhan tentang segala yang sudah beliau lakukan di dunia sebagai pemimpin kami. Gue cuma bisa doakan. Mendukung. Sudah.

Lalu kalau pilihan gue menang gimana? Ya dikawal, ditagih janjinya, didoakan juga semoga beliau beliau ini amanah.

Dengan tanggapan fans berat rival paslon pilihan lo setelah mereka kalah dan mejelek-jelekkan paslon pilihan gue, tanggapan gue gimana? Well they arent smart enough. Bahkan gak bisa legowo menghadapi kekalahan orang lain. Yang pasti mereka cuma siapin mental buat menang dan gak siap kalah.

Paslon yang gue pilih lebih sering kalahnya sih daripada menangnya. Jadi gak terlaku heboh juga nanggepin ginian. Politik~

Harapan gue cuma satu, beneran. Gue gak perlu banjir cepet cepet diberesin, karena kehidupan bekasi itu lebih hard jauh lebih sulit daripada banjir jakarta yang heboh sekali orang rasakan padahal datangnya cuma 5 tahun sekali. Gue gak perlu transportasi canggih canggih lah, naik commuter line 3000 gak pake penuh penuh banget aja bahagianya selangit. Gue cuma perlu itu proyek depan kantor gue diberesin deh, segera. Bikin LRT sama fly over dibarengin itu sebenernya mau ngebantu rakyat supaya mobilisasinya lebih gampang apa mau nyiptain senjata pembunuh massal? 

Masa iya kantor-pancoran 2 jam?

Demikian curhat ini saya buat. Sekian,

Erlyn Annisa

Sabtu, 21 Mei 2016

a note to myself

"Jilbabin dulu aja hatinya, baru kepalanya."

Ini adalah alasan klise orang orang yang ditanya kenapa belum berjilbab padahal kalau dia berjilbab dia jadi cantik banget dan bikin gue yang udah berjilbab 7 tahun lamanya merasa gagal.

Lalu kenapa Cha? itu kan urusan mereka?

Lho ya memang urusan mereka kok, gue cuma kurang setuju dengan alasan itu. Hm...dan bukan berarti alasan itu salah, namanya juga alasan ya munculnya karna buah pikir manusia gak ada dalilnya, gak ada bukti pendukungnya.

"Ah dia udah pake kerudung aja masih ngegosipin orang, masih nyinyir mulutnya."

Well, me too. Mulut gue masih kotor sampai sampai suami gue pesen cuma "jangan gosip lagi", dan bukan berarti gue lebih suci dsb dsb, tapi paling engga gue berusaha dengan sekuat tenaga menjalankan perintah Allah, Tuhan gue, untuk menutup aurat supaya hanya yang pantas lah yang melihatnya. Gue juga gak rela sih membagi pemandangan lemak lemak gue yang indah dan bergelombang kepada lelaki lain selain Ayah dan Suami gue.

"Terus kalo mereka masih berbuat dosa yang salah siapa?"

Yang pasti bukan jilbabnya. Jilbabnya gak bisa dijadikan tolak ukur keimanan seseorang. Temen gue ada yang jilbaban tapi gak solat, terus gimana? Ya bukan kita yang pantas melakukan judgement, hanya Allah yang bisa. Pernah dengar cerita pelacur yang memberi minum anjing lalu dia mati dan masuk surga, padahal sepanjang hidupnya melakukan dosa? Ini contoh bahwa Allah bebas melakukan penilaian terhadap segala amal baik dan buruk yang telah kita lakukan.

"Yaudah kalo gitu kita bikin dosa aja dulu pas muda, nanti pas tua baru deh tobat."

Sayangnya gak semua orang dikasih kesempatan hidup sampai "tua", alhamdulillah kalau dikasih dan berkah umurnya, kalau engga? Kalau malam hari kita tidur lalu paginya gak bangun lagi, padahal tadi malem habis mabuk-mabukan? Kalau kita dengan sengaja meninggalkan sholat atau amalan baik lainnya demi dunia lalu di dalam perjalanan maut sudah menghadang? Kita bisa apa?

Gue kok jadi religius? Ini postingan udah lamaaa banget gue bangun kerangkanya di otak, yet gue belum menuliskannya. Biarpun hasilnya receh dan gak penting tapi paling engga jadi ketulis lah ya. Jadi berbuat baiklah dari sekarang, kamu juga Cha jangan cuma bisa nulis aja. Kalo belum bisa berbuat baik untuk orang lain, yaa buat diri sendiri dulu, ingatkan diri kita terus bahwa ada Tuhan yang liat dan menilai semua gerak gerik kita. Bahkan daun aja jatuh gak luput dr kuasa Tuhan. Lalu kalau belum bisa berbuat baik untuk diri sendiri, ya mbok gak usah melakukan judgement terhadap orang lain. Karena cuma Allah yang boleh melakukan itu. 

Akupun harus menjaga mulutku dari skg. Btw selamat menyambut datangnya bulan Ramadhan <3

Jumat, 15 April 2016

Tujuh bulan menikah dan belum hamil juga

Writing this post while standing in a commuter line to Bekasi. Anak Sparta Bekasi jangan diadu.

Gue sudah menikah tujuhbulan, cukup lama untuk mendengar sejumlah pertanyaan yg intinya sih sama aja. "Udah hamil belum?" "kok belom?" Dan bla bla. Dari jawaban belom dikasih rejekinya sampe doain aja udah gue lontarkan demi menjawab pertanya pertanyaan mereka.

Menunda? Enggak, sama sekali enggak. Gue suka bgt sama anak kecil, cucu pertama yg punya adik kandung dan adik sepupu bisa bikin kesebelasan sepakbola, bagaimana bisa gue gak suka anak kecil? Jawabannya ya memang karna belum dikasih kepercayaan sama Allah, Tuhan yg maha esa.

Percayalah, untuk sampai keikhlasan hati dan menerima bahwa ini semua adalah suratan Tuhan butuh waktu berbulan bulan loh. Satu dua bulan pertama gue lalui dengan frustasi setiap gue dapati gue lagi lagi datang bulan. Ditambah teman teman sejawat yg nikahnya deketan berlomba lomba memberikan kabar bahagia kalau mereka sudah hamil. Well im happy for them. Iri? Pasti! Pingin juga kaya mereka. Tapi bukan berarti jd gak ikut merasakan kebahagiaan mereka, karena paling engga gue akan segera punya keponakan dr sahabat sahabat gue.

Lalu gimana akhirnya bisa ikhlas?

Entahlah. Kekuatan itu datangnya dari Allah sudah pasti, dan dari suami gue. Dialah yg selalu tanpa pernah kecewa (biarpun gue tau dia sangat inginnya punya keturunan, just like i do) mendukung gue, menyemangati, memberi senyuman terbaiknya, sambil mengusap kepala atau punggung gue dan bilang "Coba lagi ya bi :)". Gue selalu meneteskan air mata setiap kata kata itu keluar dr mulut dia. He just so kind and patient having a bad wife like me. Lalu aku bisa minta apa sama Tuhan selain, jodohkan ia padaku selalu Tuhan, dan karuniakan kepada kami keturunan keturunan yg baik akhlaknya dan taat kepadaMu.

Dari situ gue paham, bahwa rezeki apapun bentuknya, akan datang bila waktunya sudah tepat menurut Allah.

Dan skg gue pasrahkan semua kepada Allah, tentang bagaimana Dia mengatur rezeki itu sampai ke tangan gue dan suami gue, gue gak perlu tahu. Gue hanya perlu berusaha, berdoa, melakukan sebaik yg gue bisa. Gue sangat yakin Allah gak tidur dan gak akan pernah tidur.

#PostReligius #JumatBarokah

Wassalam

Kamis, 19 November 2015

Limatahun pas!

19 November 2010, tepat lima tahun yang lalu adik gue meninggalkan dunia ini untuk selama lamanya.

Gue ini kakak macam apa sih? Sudah lama sekali rasanya saat terakhir gue mengenangnya, menulisnya, membayangkan mukanya, sampai detik ini pun gue masih merasa dia ada tapi ya lagi kuliah dan belum bisa pulang.

Bagaimana Cha kejadiannya? Sebagian besar teman gue mungkin udah bosan dengar ceritanya. Udah khatam jalur ceritanya gimana. Adik gue, Ervina Putri meninggal karena kecelakaan motor (yang bagaimana terjadinya sampai hari ini pun gak ada yang tau) di usia 17 tahun sepulang kuliah.

Kenapa sih kok cewek dibiarin naik motor sendiri? I told her not to, tapi ya apa mau dikata, dia suka dan merasa naik motor jauh lebih efisien ketimbang naik bus. Adik gue saat itu sedang kuliah semester satu di sebuah Universitas Negeri di daerah Ciputat, yang berarti sangat jauh kalau ditempuh dari Bekasi. Yeah i know, gue memanggul kesalahan besar dengan tidak memaksa adik gue untuk gak naik motor, dan gue menyesalinya sampai hari ini, I wish i could turn back the time :(

Apa yang bisa lo lakukan setelahnya Cha? Berdoa. Berdoa tanpa putus. Gue sangat percaya adik gue ini anak baik. Nggak pernah neko neko selama hidupnya. Dialah wanita pertama di keluarga gue yang memberanikan diri menggunakan hijab. Gue ingat sekali terlibat percakapan aneh dengan dia bahwa wanita yang gak pakai hijab, jangankan masuk syurga, mencium baunya pun enggak. Setelahnya gue gak bisa tidur kaya abis nenggak dua tong kopi item. Besoknya gue memutuskan berhijab. How she simply told me to do the right things with her own ways. And thats why i love her so much.

Apa yang membuat lo sedih Cha? Setiap liat nyokap gue inget Vina, hati gue remuk, hancur. Beliau selalu menangis dan bercerita dengan menggebu gebu. Gue percaya amatlah susah mengikhlaskan anak lo yang meninggal, biarpun sudah berpuluh puluh tahun berlalu. Ibu mana coba yang sudah mengandung dan melahirkan dengan segenap jiwa raganya yang bisa rela?

Well, di peringatan lima tahun mengenang kepergian adik gue yang teramat gue sayangi, namun tak pernah satu kalipun gue sampaikan kepadanya langsung, gue sama sekali ndak ingin bersedih hati ataupun menyesal dengan apa yang sudah terjadi. Takdir Allah sudah digariskan siapapun ngga mampu melawan.

Dear Vina, i dont know if you can hear me or not, tapi gue yakin lo tau kalau kami semua sayang sekali sama Lo. Dibalik sifat Ayah yang meledak ledak, Ibu yang hobinya uring uringan, gue yang moody, dan Fira yang bocah itu, kami nggak pernah ragu untuk bilang lo adalah hal terindah yang pernah kami punya. Waktu yang kita punya memang sangat sebentar, tapi gue akan mengingatnya sampai otak ini tak lagi mampu bekerja. Dari kecil kita suka dipakein baju sama, youre like a twin for me. We shared everything eventho we were not talking that much. I was in Rawamangun since i was so small so we couldnt spent many times together, but still youre the best sister and partner in the world.

Terimakasih karena selalu bisa bersikap jauh lebih dewasa dari gue. You are always the best BACKUP i've ever had. Lo selalu bisa menjadi tempat gue membuang segala unek unek yang bikin gue eneg. Lo inspirasi gue Vin. Lo pribadi yang sangat gue impikan, apabila gue diberi kesempatan untuk lahir kembali. Lo adik, sahabat juga sekaligus teman bertengkar yang paling baik. Stay awesome wherever you are. Syurga Allah menantimu Vin, Alfatihah :)

Salam,
Chi-cha

Selasa, 06 Oktober 2015

Celebrating a month as a wife.

Gue sudah menikah sebulan dan belum blogging satu katapun. Bukan, bukan karena gue gak bersyukur gak bahagia, bukan juga karena gue gak ada waktu pegang laptop dan berenang renang bahagia dengan koleksi film gue lagi. Karena emang males aja, maafkan ya istri baru masih labil.

How is my marriage life?

Bahagia, kaya pacaran tapi halal.

Gue ini jujur aja, super pemalas. Kalo di rumah, Ibu lagi nyapu gue cuma angkat kaki sambil menyemangati semacam umbrella girl, eh salah pom pom girl maksud aing. Eh ya skg gue mesti bangun jam 5 pagi bikinin sarapan atau sekedar susu milo hangat untuk suami, dan gue dengan ikhlas dan rela gue lakukan. Mejik bukan!

Soal masak memasak gue masih jauh lah dari bisa, bisa dimakan aja udah alhamdulillah banget. Tetapi gue membiarkan pandangan orang yang menganggap gue gak bisa masak, dan Randy jadi terbengkalai. Biarlah, let others think what you are not haha. Karena gue masak....kalau mau, dan bahan bahannya ada. Sejauh ini sih masakan gue masih kisaran oseng oseng dan sayur sayur yang bening semacam sop. Tapi yasudahlah, stock nugget, telur dan bakso di kulkas melimpah, maka hati nyonya ini tenang :).

Tinggal dimana cha setelah menikah? Im very proud to answer this type of question. Gue sama randy kebetulan belum punya rumah sendiri, jadi ya harus ngontrak. Kenapa ngontrak dan gak nebeng sama Ibu? Well, kebetulan Ibu nya Randy sudah ndak ada, dan Ibu aku gak suka anaknya nebeng. Jadi gue sama sekali gak kepaksa sama yang namanya ngontrak. Gak sayang karena uangnya terbuang buat sekedar menyewa rumah. Karena yang namanya ngontrak (menurut gue) jauh lebih indah ketimbang nebeng di rumah mertua. Kecuali rumahnya besar dan jarak antar kamarnya 15 km sendiri. Kebayang kan kalo tinggal di rumah mertua, kamar mandi satu, kamarnya nempel, mau keramas aja puyeng. Becandaan gue ibu ibu banget ya? Boam.

Jadi kehidupan gue dan randy selama pas sebulan ini bahagia banget. Sudah dua atau tiga kali bertengkar sebagai suami istri, tetapi dilalui dengan smooth karena bekal pacaran empat thn yang super kelamaan itu. Bobo bareng kaget apa engga? Kaget tapi gak sampe harus loncat dari tempat tidur dan pasang muka shock ala ala emot whatsapp. Yang pasti menikah itu enak kok, semoga statement gue ini bertahan sampai beratus tahun ke depan sama randy ya.

Jadi yang udah pacaran kelamaan, nikahlah. Bosen tau pacaran mulu haha. Percayalah kebahagiaan sebagai pacar pacaran dan suami istri sangat berbeda haha.

So, ciao from Cica :)

Minggu, 02 Agustus 2015

Uber : first ride experience

I was like no idea about this "Uber" thing. Di kantor lama kalo mau pergi pergi bisa minjem mobil cabang, jadi gampil. Pas masuk kantor baru, orang sekitar cenderung memiliki mobilitas tinggi, dan cawang yang macetnya ampun ampunan bikin nyerah kalo nyetir sendiri, maka fasilitas macam gojek dan uber ini santapan lezat banget.

Pertamanya gue hanya menyerap dan menelaah info info si uber ini. Om om yg duduk di sebelah gue, kaya brand ambassadornya uber bagi bagi travel codenya doi. Katanya kalo dipake gue akan dapat 75k free ride, diapun 75k. Maka win win solution. Simbiosis mutualisme.

Gue masih mencari waktu. Kapan waktu yang tepat untuk disupirin layaknya majikan? ((karena tagline Uber adalah "Everyone's private driver")). Maka akhirnya gue putuskan untuk naik uber hari minggu yg lalu (2 Aug 2015) dari lebak bulus-pondok kopi karena gojek sudah melebihi 25 Km yang mengakibatkan gak bisa dipesan *tear*.

Gue awalnya agak khawatir, jam setengah 6 pagi udah ada belum nih drivernya. Nekatpun gue pesan. Estimasi travel farenya 75k-99k, yasudahlah gue pikir capcus aja toh gue punya 75k free ride tadi. Paling apesnya nambah 25k laaah. And i think i was very lucky, karena ada driver di sekitaran lebak bulus yg available. YEY whata wonderful day!

Waktu tunggu gue terhitung cukup cepat, 12 menit saja. Pop up notifikasi muncul di handphone gue. Identitas driver, jenis mobil dan platnya. Langsung gue capture tanpa ragu. Jaga jaga kemungkinan terburuk aja sih.

Gue dapat mobil Nissan Grand Livina. Not the best car i guess ((karena dengar dengar ada yg Alphard bahkan)), tapi lebih dari cukup dan lebih dari nyaman ketimbang taksi yg ratenya lebih mahal *aku gemar menabung*. Dalam mobilnya bersih sekali dan drivernya menyetir dengan sangat baik.

Gue kebetulan gak terlalu banyak ngobrol, karena ngantuk dan malu, gue kan wanita *sisir alis*. Tetapi bisa gue bilang pengalaman gue ini cukup asik dan berkesan. Kurang berkesan apa kalau waktu tempuh gue cuma 30 menit dan travel farenya hanya 74k yg artinya aku tak bayar apa apa alias HRATIS.


Pelayanannya boleh gue acungi puluhan jempol, Gue super excited dan pengen coba naik Uber lagi, jikalau ada kesempatan. Dan kebetulan gue masih punya free ride 75k lainnyaaaa. Horray!

Jadi gue sarankan untuk kalian kalian anak gaul Jakarta yang gak mau kerudung atau poninya rusak gara gara helm gojek, boleh dicoba uber sebagai alternatif. Syaratnya mesti punya kartu kredit sih, kalo engga nebeng kartu kredit emak aja hehe. Tapi mesti selalu waspada, jangan lupa capture selalu nomor polisi dan identitas driver terus informasikan ke orang orang terdekat, supaya lebih gampang melacak kalau kalau ada hal buruk yang tidak diinginkan terjadi.

Safe travel Fellas.

Wassalam,
Cicacicoy











Sabtu, 25 Juli 2015

Kenapa pindah?

Kenapa pindah? Kalau bisa bertahan.....Kenapa bertahan? Kalau pindah ternyata lebih indah. HAHA

Ini gak jelas banget openingnya. Jadi ceritanya ini masih soal kepindahan kerja gue, bagaimana akhirnya gue memutuskan berani pindah dan memulai lembaran baru *Tsah *KibasGamisSyar'i.

Gue sudah dua tahun lebih sebulan kerja di kantor lama gue. Sudah hapal semua seluk beluk gedung sampai jalan jalan kecil sekitaran kantor. Sudah "gape" kalo orang betawi bilang, perihal kantor lama gue ini. Lalu kenapa pindah?

Someone said : Pindah kerja itu ada dua sebab besarnya. Either gak betah or dapat tawaran lebih baik.

Tebak saja gue yang mana. Mungkin bisa jadi keduanya hehe. Tapi boleh gue bilang pengalaman gue dua tahun lebih sebulan di kantor lama sangatlah membekas. Gue bahagia sekali pernah kerja disana. Jadi gue bisa dengan bangga jawab kalo ditanya "dulunya kerja dimana?", dengan perut membusung. Bangga sekali gue, sungguh.

Lalu kenapa pindah chaaaaa? Kamu ini bikin kesel deh lama lama,

Beberapa faktor yang jadi pertimbangan kepindahan gue.

Uang. Boleh dibilang sedikit banyak ini jadi faktor penentu. Emang naik berapa sih gajinya Cha? Nyaris semua orang nanyain ini. Gue sesungguhnya agak gedeg, kenapa? Kurang etis aja gitu didengernya. Kalo gaji gue naiknya cuma goceng terus kenapa? Gue akan tetap bahagia. Karena uang yang gue maksud disini bukan cuma masalah kenaikan gaji, tetapi juga biaya hidup yang menurun drastis dibanding jika gue tetap di kantor lama. Gue gak perlu ngekos, ini asiknya, uang gue 450k utuh meeen.

Lagian kenapa sih orang itu pindah kerja cuma karena perkara uang melulu. Kenapa? One of my friend, pindah kerja ke tempat kerja yang uangnya banyak sekali. Lalu sampai sana dia bahagia? Hidup tenang karena gak perlu mikir lagi kalo jajan? Engga tuh. Masih aja berkeluh kesah. Kurang ini, itu, anu, karena ya kita ini manusia. Kalo gak ngeluh lalu apa?

Lokasi. Kantor baru gue bisa ditempuh bolak balik ke Bekasi, ke Bekasi, pakai kereta. Bayangkan. Betapa bahagianya Ibu dan Ayah gue mendengar kabar ini. Dan betapa bahagianya juga gue, karena sarapan dan makan malam bisa gue lakukan di rumah. 

Dan menurut gue faktor ini lebih aduhai ketimbang sekedar kenaikan gaji yang signifikan. Biarpun kita gak boleh munafik, uang juga pertimbangan besar.

Lingkungan kerja. Memangnya kenapa Cha sama lingkungan kerja yang lama? Engga kok, gak papa. Gue pindah ke tempat baru ini karena lingkungan kerjanya mirip mirip sama kantor lama gue. Lalu kenapa harus pindah? Karena kantor baru ini memberikan kenaikan gaji yang tidak banyak namun ada, lokasi yang bisa ditempuh bolak balik ke rumah no worries dan lingkungan kerja yang santai sekali. Jika sudah begini gue bisa apa selain bersyukur?

Beberapa teman gue me-Whatsap//BBM//Line gue untuk sekedar bertanya, "gimana Cha kantor barunya? Enak gak? Enakan sana apa sini?"

Gue jawab singkat "Enak kok, kerjanya santai banget, bosnya baik baik, gak beda jauh lah sama tempat lama. Cuma bedanya gue belum menemukan teman-teman seperti kalian disini :')."

*CIEGITU

Teman teman favorit aku
Sesungguhnya ketakutan terbesar untuk pindah adalah, "nanti gimana kalo misalnya gue menyesal pindah?"

Jawabannya kembali lagi ke diri kita masing-masing. Lo pindah buat apa? Setiap tempat punya culture dan rulenya sendiri sendiri. Kalo uangnya besar mungkin lingkungannya kurang enak, kerjanya harus lebih berat dan capek. Kalo lingkungannya enak, teman-temannya asik, mungkin kenaikan gaji dan benefit lainnya gak signifikan. Gak papa kok, coba aja cari di belahan dunia mana ada perusahaan yang semua muanya enak. Semua jadi enak kalo kita bersyukur. Kalo lo sulit bersyukur maka lo gak akan menemukan tempat bekerja yang cocok. Lo akan terus mencari sampai capek sendiri.

Pasti akan ada yang lo sesali satu atau dua. Gue contohnya, kehilangan teman-teman yang baik dan sangat asyik siapa yang gak akan menyesal? tapi toh kalo disyukuri lo masih akan bisa banyak hal positif lainnya menanti lo. Alhamdulillah gue masih dikasih kesempatan pindah ke tempat yang lebih baik, InsyaAllah.

Terimakasih buat kantor lama gue yang sangat baik kepada gue. Semua Bapak Ibu bos gue yang baiknya gak ada ujungnya. Teman-teman aku yang gue rindukan setiap harinya, bodoh sekali sih kalian aku kangen nih. Tempat duduk gue yang supah comfy. Tempat makan indomie kesayangan. Kosan aku. Teman tidur saat di kosan. Jalan yang gue lalui setiap paginya. Kalian hebat menorehkan memori indah di otak gue. Bahagia sekali pernah mengenal kalian.

Terimakasih ya semua.
Salam rindu dan kangen

Cica yang sekarang anak MT Haryono :'')






Selasa, 14 Juli 2015

How to survive on a commuter line

Pekerjaan baru memaksa gue bertransformasi menjadi anker (anak kereta). Entah gue mesti senang ((senang untuk apa)) atau harus sedih menghadapinya. Sejujurnya ini berat, karena naik kereta harus berdesak desakkan dan gue orangnya gak tegaan. Masa iya setiap gue mendorong ((tanpa sengaja)) ((karena buah hasil dorongan orang lain pula)), gue harus minta maaf. Gak sekalian pinjem speaker mas masinis buat minta maaf, #lehuga.

Pada akhirnya gue mendesak adik gue untuk mengantar hari pertama naik commuter lain sambil potong tumpeng kalau perlu. Kereta bekasi itu per 5-10 menit pasti datang silih berganti, hebatnya lagi biarpun sering muncul tetep aja penuh sampe mublah mublah. Hell yeah Bekasi <3. Sesampainya di stasiun gue sama adik gue jawara commline bekasi bagian Klender Baru berdiri di barisan paling depan. Kereta wanita, they said. Lebih aman memang tapi effortnya lebih besar, kumpulan wanita lebih sparta dari lelaki sejujurnya. Boleh dicoba deh!

Adik gue ini santai banget, pasang masker earphone lalu menatap lurus ke depan. Sementara gue pasang earphone gemetar, tengak tengok kapan keretanya datang, terus udah siap siap di posisi tegak sempurna melambai lambai pada kereta tanpa maksud. Adik gue lalu menengok dan bilang

"Lo apalin mbak hari ini lo berdiri dimana, misalnya di seberang tong sampah. Kalo gak dapet posisi paling depan, baris di belakang orang yg berdirinya tepat di titik yang sudah lo tandain. Jangan di samping, masuknya susah."

Dia menatap ke depan lagi, lalu tiba tiba menengok lagi.

"Tenang ajaaa lo pasti akan jd lebih jago dr gue :). Lo akan naik kereta setiap hari toh."

Lalu kereta datang. Gue terdiam, menghapal baik baik pesan ibu fira, adik yg sangat inspiratif. Salam super. Sesaat sebelum pintu dibuka, ibu ibu sudah mulai mendorong. Gue pasrahkan biarkan gue terdorong biarkan gue terbawa arus. Halah. Alhamdulillahnya gue berhasil naik di kereta tersebut. Biarpun, di dalam itu saking penuhnya lo bahkan gak perlu pegangan.

Ini yg dibilang orang orang GO WITH THE FLOW~.

Di dalam kereta gue sarankan untuk pura pura bobo ajaa. Agar semua penderitaan lo akan terasa cepat berlalu dan pada akhirnya lo sampai di tempat tujuan dengan sukacita. Tidak perlu banyak komentar, penuh, aduh jangan dorong dorong dsb, karena gaka akan berefek sama sekali. Mereka semua juga go with the flow. Ahak.

Turunpun, nah ini, bahkan saat turun aja ibu ibu sparta pasti rebutan. Dorong dorongan seperti sedang nonton superman is dead di sebuah pensi sma. Jadi lagi lagi sarannya go with the flow. Kalau didorong ikut aja, pelan pelan, cari pegangan, supaya kalopun jatoh gak nyusruk nyusruk amat.

Kereta tanah abang sudirman

Berikut adalah pemandangan kereta Sudirman Tanah Abang yg kebetulan bukan rute gue, alhamdulillah. Gak pernah kosong dan selalu penuh. Warbyasak.

Jadi inti dari tulisan panjang ini adalah, jika kamu berniat menjadi anker yg baik budi dan hatinya, siapkan mental terlebih dahulu. Kalau gak siap, bisa jadi setiap kereta berhenti lo hanya akan menatap nanar kereta tersebut berlalu. Yang kedua pasrahkan, go with the flow bahasa bagusnya. Ikuti arus saja, bukan berarti gak punya pendirian bukan, melainkan anaknya harus mengikuti tren commuter line saja. Sisanya perbanyaklah berdoa, karena kalo lo dikelilingi wanita sparta hanya Tuhan lah yg mampu menolong lo.

Sekian cara cara ampuh gue bertahan dan mampu berjuang bersama ibu ibu sparta di dalam kereta. Jadilah anak kereta yg sesuai passion anda. Ciao!

Kamis, 18 Juni 2015

Marhaban Yaa Ramadhan

Betapa waktu sangat tidak bisa ditahan untuk berlari. Rasanya baru kemarin solat Eid berjamaah sekarang sudah masuk bulan Ramadhan lagi. Berkah dari Allah karena masih dikasih kesempatan menikmati Ramadhan ke-24 selama hidup di dunia, Alhamdulillah.



Ramadhan ini sangat istimewa, kenapa? Karena ini adalah Ramadhan terkahir gue melajang (InsyaAllah) dan Ramadhan terakhir yang saurnya dimasakin Rika (Shed a tear).

Namun selebihnya tetap samaaa :):).

Gue selalu suka fenomena Masjid yang penuh desak desakaan saat bulan Ramadhan. Setiap bulan Ramadhan, setelah Sholat Zuhur selalu diisi dengan kajian. Jika kita beruntung maka Ustadznya asik banget dan enak didengar. Penuh kelakar dan gak membosankan. Kalau sedang tidak beruntung, toh kita tetap dapat mengambil ilmunya sembari mendengarkan dan duduk duduk mengisi waktu istirahat dengan kegiatan yang baik. Selepas Sholat Ashar pun ada yang ngisi kultum, indahnyaaaa. Kenapa ya kegiatan positif kaya gini gak setiap hari ajaaaa (ya abis dong bok budget mesjidnya).

Oke gue akan kembali ke mesjid penuh sesak di kala Ramadhan. 

Gue sesungguhnya bahagia banget bisa melihat fenomena ini dengan mata kepala gue sendiri. Dalam hati gue berpikir di Indonesia, mesjid kecil sebuah kantor ajaa sepenuh ini saat Ramadhan, Apakabarnya di Makkah dan Madinah gak sih? Subhanallah. Bahkan saat bulan Ramadhan orang orang yang sholatnya akhir waktu atau bahkan gak sholat berbondong-bondong ngantri wudhu. Well Allah itu maha membolak balikkan hati manusia. Semoga ke depannya istiqomah ya Kakak kakak! :D

Fenomena unik yang sering terjadi saat Ramadhan adalah, banyaknya pedagang musiman yang berjualan mulai dari gorengan sampai ta'jil (kolak, biji salak dkk). Yang lebih mencengangkan banyak dari mereka yang berjualan makanan berbuka ini bahkan bukan orang muslim. Berkah bulan Ramadhan ini ternyata terasa sampai segala lapisan. Bahkan pernah ada salah seorang penjual yang bertanya dengan polosnya ke ibu gue "Kenapa Ramadhan cuma setahun, kalo 2 kali atau 3 kali setahun penghasilannya bisa melonjak banget.". 

Tetapi pada akhirnya fenomena fenomena ini yang akan selalu gue rindukan. Masjid yang penuhnya bukan main sampai 2 sajadah dipakai 3 orang sekaligus. Dan pedagang Ta'jil yang membuat barisan rapi di sisi jalan.

Apapun itu berkah yang terajdi di bulan Ramadhan, kecil ataupun besar, yang pasti semuanya akan dapat THR pada akhirnya.

Terimakasih Allah karena sudah menjadikan satu bulan ini begitu penuh berkah <3

Wassalam

Selasa, 16 Juni 2015

Happy bday to me!

Im sure getting very very old, 24 yearsold. Ulang tahun terakhir sebelum akhirnya akan melepas masa lajang #jie. 

Thank you Allah for givin me another year another journey ahead. So thankfull to be here today as a grown up girl. InsyaAllah i grew to be a better person.

Tahun ini gak beda jauh dari tahun tahun sebelumnya. Tetep dibeliin kue ala ala sama ayah ibu dengan tulisan tulisan absurd. Dan tetep diciumin sambil dikasih selamat ulang tahun sama ibu (biarpun doi sempet lupa, gue pun yg ingatkan).
Dari AyahIbu

Ebi juga sukses gue palak beliin kue. Ceritanya biar romantis gue minta ditulisin "Happy bday calon ibu dari anak anak ku". Udah pake diskusi panjang dan berkelit, nawar nawar akhirnya jadinya begini doang.
dari ebi
Happy bday my partner in crime enough to describe sih apa artinya aku di mata dese, Haha thank you ebi! (bon kuenya masih ketinngalan di atas kuenya btw, gue jadi tau deh harganya. Untung gak minta reimburse :( ).

And my room mate yang baik hati dan tiada terkira kreatifnya bikinin prakarya yang lucu namun salah spelling. Yaudah lah yaaa aku tetap bahagia dia membuatnya dengan penuh tenaga dan usaha yang super. Hers is the thing she made to me 
Birthday sih harusnya :))

Aaaah i cant thank enough semua orang yang mengucapkan, mendoakan, mensupport dan sangat baik. Temanteman After Office kesayangan aku yang kirim paket tapi kurir nya menghilang, terimakasih. Poppy dan Keke yang ngepost foto aku di paaath aah kalian sweet banget sih. Temen temen branch yang ngucapin biarpun dengan ucapan semoga paha yang di lengan makin membesar, dasar anak anak kurang ajar. Terimakasih theo dan angga yang ingaaat haha. Terharu sekali lhooo :)
Smeoga umur aku makin berkah Ya Allaaaah aamiinnn. Lancar lancar segala urusan sampe bulan september nanti dan seterusnya. Amin Amin Amin





Rabu, 10 Juni 2015

2 Movies in a week : Survivor & Pitch Perfect 2 Movie review

Beruntunglah anak anak zaman sekarang yang sudah bisa pake Torrent bahkan Ganool untuk download film film masa kini yang bahkan baru release di bioskop. Well yeah i am one of them sih. 

Film pertama yang dengan suksesnya gue download di minggu ini padahal di bioskop aja belum tayang adalah Survivor. Skornya cukup buruk di IMDb. 5.4/10 ini termasuk buruk banget sih, karena IMDb agak absurd dalam menilai baik atau buruknya sesuatu. Kaya gak ada standarnya gitu. 

Dan setelah selesai gue tonton sih sangat jauh dari ekspektasi. Milla Jovovich si ratu film action yang turun jadi pemeran utama ((layaknya Raissa)) pun bahkan belum sanggup mendongkrak rating. Ditambah Pierce Brosnan pun masih gagal sampai di angka 6. Sungguh terlalu.

Tapi harus gue akui bahwa kehidupan itu memang sesungguhnya kaya roda. Film kelasan Hollywood pun bisa dalam hal ini disebut kurang sukses padahal sudah menggandeng aktor dan aktris kenamaan yang bayarnya gak mungkin pake beras dan umbi umbian. 

heres if you need the proof
Untungnya gue gak keburu-buru ngajak pacar gue nonton di bioskop dan spending 25k each untuk beli tiketnya. Wets kami adalah pasangan yang bahu membahu soal menentukan mana film yang wajib ditonton dan didownload di rumah dan yang harus rela nonton ke bioskop. 
Film kedua di minggu ini adalah Pitch Perfect 2!!!!!!

Ini gue agak kebelet sebenernya. Karena responnya mostly oke dan gue udah nonton yang pertama sih. Gue udah ubek2 randy supaya mau diajak nonton ke bioskop eh doi malah kekeuh mau nonton yang pertama. Tetapi karena kekeraskepalaan yang ia miliki dan ketahan hati terhadap godaan gue yang datangnya bertubi tubi, berkah dari Illahi datang. Downloadan Pitch Perfect 2 muncul bahkan hanya selang satu minggu dari premiernya di Indo. YAY!

Bergegaslah kami ke TKP gan. Memang sih masih HDRip tapi udah cukup bikin hati bahagia karena cuma ngorbanin kuota aja. Siapa yang gak suka siapa yang gak cintaaaak?

Setelah membabat habis filmnya tadi malam dengan kondisi badan meriang dan ingus meler akibat flu yang baru menjangkiti tubuh, gue katakan film ini layak dapet skor 7 laah. Not too bad but not too good. Soso aja. Hailee Steinfield sangat kece dan di luar perkiraan gue tampil dengan sangat ancur dan suaranya oke juga sih (kenapa sih bule bule itu kalo nyanyi gak pake banyak improve aja suaranya udah kece). They graduated this year so Hailee left alone dan harus cari Legacies baru. Ana Kendrick always stunning as usual, well im not a fan of her but her acting is good. Fat Amy agak bodoh di depan karena insiden celana sobek saat lagi efek efek pake tali gelantungan, but still she is funny after all. Dan gue baru tau kalo directornya Elizabeth Banks which is the commenter on "Talk a Pella". 

Tuhkan IMDb aja setuju sama gue

Sekian review ala ala dari gue. Karena sesungguhnya bikin review adalah hak segala bangsa. Dan gue akhirnya berhasil melakukannya biarpun dengan struktural yang acakadut dan agak membingungkan sesungguhnya ini review atau curhat rakyat jelita. Membingungkan. Semoga sedikit banyak bakat gue dalam mereview sesuatu akan terus terasah. Hobah.

Btw film malam ini : Get Hard (baru banget download tadi pagi). Semoga skornya at least di mata gue, bagus ya. Amen!




Sabtu, 09 Mei 2015

Engagement day Chicha Randy

Tega teganya momen sekali seumur hidup belum diblog.

Akhirnya dengan segala tekanan dan babibubebo dilamarpun aku oleh pacarku, mas ran. Alhamdulillaah tanggal satu mei tepat empat tahun bareng bareng melalui naik turunnya hubungan pacar memacar ala ala berhasil naik tingkat, tuker cincin. Uhuy!

Hari itu sangat cerah, dari pagi gue udah nongkrong di salon agar muka lebih enak dipandang. Paniknya sampe jam setengah sembilan itu kerudung belom juga beres dipeniti dan si masran udah take off dari Babelan yang kalau dihitung hitung waktu tempuhnya hanya 30 menit menuju rumah. Syit aku bisa apa hanya duduk diam memandangi mbak mbak salon yang jago.

hasil make up
Akhirnya rombongan si calon sampai juga di rumah, aing pun makin dag dig dug. Tapi karena kehadiran Fara dan Kak Ita alhasil di dalem kamar malah foto foto gajelas yang berakibat group whatsapp iconnya sukses dirubah dengan muka gue yang absurd di hari itu.

Malah gak terlalu dengerin acara yang khidmad dan tangis menangis yang terjadi di luar sana.

Maka sampai pada gue dipanggil untuk mengiyakan ajakan calonku menikah. UWOW. Bagian yang paling dinanti nanti. Berjalan lah gue dengan tanpa keanggunan sedikit pun ((karena kainnya sempit dan sendalnya tinggi banget, mungkin bisa menggapai himalaya jika aku menggunakannya)). Di momen ini gue bener bener diam seribu bahasa, bingung mau ngomong apa. Super deg degan sampe terjahit pun mulut ini. Ditanya mau gak diajak nikah aja gue zink moment sekitar 5 menitan lalu melempar pertanyaan itu kembali ke orang tua. LAH WONG ORANG TUANYA UDAH IYA TAPI SETERAH ANAKNYA. Gak nyimak banget Cha kamu!

Setelah mengiyakan maka om gue yg bodor bukan buaian menanyakan kapan sih ketemu dan naksir pertama kali, jawabnya pun mudah Metromini. Ini cinta macam apa yg ketemunya di Metromini, mungkin benar adanya jika Randy adalah kenek. Jir apakah aku salah langkah? ((full mimic dengan dubbing ala sinetron))

Dan ini lah kami dengan cincin kami yang melingkar manis tanda gue harus jaga hati dan gak boleh kemana mana
FIX TANGAN GUE GEDE BGT!
Well aku bahagia sekali. Segala acara berjalan lancar. MC utama alias sepupu kece aku Anggi Paramitha sangat baik menyampaikan runtutan acara, dari pembuka sampai penutup terimakasih banyak. Om To' yang super funny dan mencairkan suasana terimakasih banyaaaak. Semua keluarga yang udah repot bolak balik bahkan hanya untuk sekedar nyari isi strapler gak ada kata yang lebih dahsyat dari terimakasih. Tetangga yang super helpfull dari subuh sampe maghrib ada terus mendampingi ibu, kayanya terimakasih aja gak akan cukup. Dan buat teman teman kesayangan aku yang rela menempuh jarak dan perbedaan waktu yang tinggi buat ke Bekasi I love u and Thank u!

Segala pihak yang gak kesebut terimakasih, segala khilaf yang terjadi mohon dimaafkan. Semoga semua acara ke depan lancaaar dan diridhoi Allah. Amin.

Salam kecup basah

Chicha Randy



Kamis, 07 Mei 2015

Bye bye MamaForrest yang kece :'(

Hari senin aku rusak seketika saat kamu menghampiri bangku dengan muka yang datar kaya biasa, dan kata kata "kamu jangan shock ya". Aku pikir cuma gosip ala ala harian yang biasa kita bahas di Line. Gak taunya kamu mau last day hari jumat yang adalah 4 hari dari hari dimana berita itu sampai di kuping aku.

ya Allah, gak sekalian ini temennya disayat-sayat pake silet karatan deh.

Pedih.


Pertama kali kenal dan ketemu pasti sebel liat mukanya, karena Margie ini orangnya jutek bukan kepalang. Mukanya lecek macam seragam SD belom disetrika. <--minta ditoyor. Tetapi sesungguhnya berhati baik, bahkan lebih baik dari gadis gadis yang senyumnya penuh kepalsuan *aih sedap*. 



Momen pertama bisa deket sama Margie satu setengah tahun lalu, ada event lomba hias lantai. Aku masih anak baru yang baru punya temen sejumput manusia tapi kejebak mesti potong potong gabus untuk buat properti sampe setengah satu malem, dan parahnya aku dipaksa dapet peran yang ada berantem berantemnya pake kostum macan.

Tapi dengan bodohnya aku iyakan itu peran macan-macanan. Anak bodoh kamu Cha!

Dari situ sedikit banyak tau, Margie ini keliatannya aja galak jutek dalemnya mah.....tetap jutek namun jenaka sekali. Suka melucu juga tapi mukanya tetep jutek. Tapi anaknya tulus dan gak pake palsu palsuan.

Momen kedua kembali terlibat dalam acara Team Building. Makin kentara bahwa Margie ini super kreatif dan penuh dengan kejutan anaknya. Kalau bikin acara gak pernah setengah setengah dan niatnya cuma pingin menang.

Seiring berjalannya waktu makin deket karena ada obrolan utama yang bisa dibahas dimana aja. Line, path lync apapun. Dan anehnya topik ini gak ada habisnya buat dibahas. Dari yang gak penting sampe yang lebih gak penting. Bahkan sampe lagi cuti melahirkan pun topic ini tetap jadi trending diantara semua obrolan yang pernah kita bahas di perjalanan pertemanan yang hanya seumur jagung ini.

Terimakasih Mar untuk segala jokes jokes bodoh yang super random. Terimakasih untuk cerita menggebu gebu tentang topik kesayangan kita. Terimakasih karna sudah mau berteman dengan aku yang notabenenya paling akrab juga sama pot bunga di sebelah dispenser akua.

Semoga Forrest semakin bahagia dan sehat karna mamanya di rumah setiap hari. Semoga harapan semua orang yang "Ah Margie mah pasti akan buat sesuatu di rumah gak akan diam saja" akan jadi kenyataan dan bisa jadi business woman dengan jualan di online shop yg sukses. Semoga kita tetap berteman biarpun aku akan selalu menjadi buruh korporat dan kamu jadi ibu rumah tangga yang kece.

AKU TERAMAT SEDIH BAHKAN MENULISPUN AKU SUSAH

((Padahal sudah segini alinea))


Tetap aneh selalu ya Mama Forrest. Aku bangga sekali pernah jadi temanmu *hapus air mata dengan perlak*.


Salam,

Temanmu yang terhalang tembok Bu Lusi




Senin, 27 April 2015

Centang pernikahan (H-4 hari menuju lamaran)

Makin hari makin stres karena waktu gak bisa mundur dan timbangan gak bisa turun. Tanggal satu mei tinggal menunggu seminggu lagi, awak pun pening jadinya. Masih banyak centangnya yang belum ke centang. Dan masih banyak cicilan yang belum kebayar (itu sih urusan lo aja chaaa).

Undangan . Kebetulan yang ini udah beres dummynya dan JPEGnya dalam waktu lamaa.  Indahnya punya calon kakak ipar kreatif nan kece!
super kekinian
Souvenir. Masih berpegang teguh kepada keindahan pouch-pouch kecil tempat pernak pernik atau uang logam, tetapi dengan kembali mengandalkan calon kakak ipar. Padahal di post sebelumnya kekeuh mau beli online ajaa. Tapi setelah melalu drama drama rapat keluarga perihal menikah ini, maka agar lebih low cost yang buat Mas Arjun aja. Horray aku sungguh mengharu biru.


Seragam. Akhirnya sudah bikin excel hitung-hitungan panjang perihal kain dan bahan-bahan yang beraneka ragam itu. Brokat, tile, santung, velvet, duuuh nampaknya gue gak bakat jadi penjahit atau tukang kain. Disuruh nyebut ulang dan deskripsiin satu satupun belum tentu ingat awak ni. Ini akan dieksekusi selepas lamaran, mengganggu benak banget seragam ini sesungguhnya.


Prawed (?). Heleuh nampaknya ini akan jadi ceklis bontot karena ini masih bisa diakalin pake pas foto dikombinasikan dengan kain perca atau sebagainya sehingga menghasilkan buah tangan nan indah sederajat dengan prakarya anak TK. 

KUA. Ini perkara paling penting sih. Belum nyiapin apapun aslinya mah, memang niat baru akan bergerak selepas lamaran. Tapi kok jadi panik karena kayanya akan super ribet. Tapi yasudahlah di awali dengan Basmallah dan baca baca artikel di internet tentang mengurus dokumen numpang nikah dan kawan kawan sejawatnya, semoga kami sukses berhadapan dengan Bapak  Bapak KUA yang budiman dan murah hatinya.

Sekian update-an kurang penting dari saya. Semoga #satumei (cieelah pake hashtag banget) cerah ceria dan berjalan lancaar, amin! Semoga saya gak tau tau keluar pake kebaya terus handstand di atas tiker, Amin juga!

Doakan saya, ini pengalaman pertama menghadapi lamaran, FYI :). OHYEAAAAH~

Salam dangdut koplo

cica:D

Kamis, 05 Februari 2015

Hasil menengok dua salon rekanan Amira

Sudah Februari kan. Panik kan. 3 bulan menuju lamaran dan masih banyak yang belum ter-ceklis-kan.

Minggu lalu gue dan calon mengunjungi salah satu yang masuk dalam list panjang yang masih perlu diceklis, Salon rekanan Amira. Karena gue memilih adat nasional, maka diberikan lah dua opsi oleh si Amira. Rumah manten Mirza dan Arabella.

Tempat pertama yang gue datangi adalah Rumah manten Mirza (http://mirzawedding.webs.com/), lokasinya di Pancoran tepatnya di belakang Masji Almunawar. Gue expect sebuah salon lengkap dengan neon box menyala dengan tulisan besar "Rumah Manten Mirza". Ternyata hanya sebuah rumah kecil yang kalo mau melongok ke dalam banyak baju baju nikahan digantungin. Maka kami parkir motor, dan masuk. Kebetulan banget ada ownernya, Mas Emil Mirza.

Setelah banyak bertanya dan tunjuk tunjuk kira kira mau warna apa dan sebagainya, berikut yang bisa gue simpulkan.

  1. Model kebayanya variatif banget karna basicly mereka adalah butik, jadi baju nya terus mengalami pembaharuan model.
  2. Paket akad untuk sepasang pengantin (laki-laki dan wanita) dihargai 1.000.000. Kalo wanitanya aja cuma 650.000 ini udah satu set sama make up dan jilbab dengan full aksesoris. Menurut gue murah karna perkiraan gue dalam menjahit kebaya akad adalah 2.000.000 which is very very expensive. Gue memang pelit, mau apa lo!
  3. Poin penting lainnya adalah, untuk tambahan make up dewasa perkepala dihargai 100.000 (yang gue pikir sangat normal) dan untuk anak anak dihargai 50.000.
  4. Pembayarannya juga bisa dilakukan beberapa hari setelah acara, jika ada beberapa orang yang rekues untuk di make up tapi gak masuk ke list awal yang dikasih pengantin.
  5. Keunggulan terakhir adalah krunya sangat informatif dan cekatan melayani. Mulai dari respon sms sampai masangin kebaya di badan gue yang notabenenya gembul ini.
Gue sedikit banyak yakin akan salon pertama yang kami datangi ini. Tapi apalah arti kompetisi tanpa keduanya diuji. Maka esok harinya gue dan calon mendatangi kandidat kedua, Arabella salon.

Lokasinya di rawamangun, di jalan rawamangun muka setelah keluarahan rawamangun jika datang dari arah sunangiri. Gue juga berekspektasi sama saat tengak tengok cari tulisan Arabella. Gue kira minimal akan dipasang di sebuah banner besar, ternyata tersembunyi juga.

Karna ini salon tandingan dan kondisinya sudah sore menjelang maghrib. Maka gue lebih terkesan to the point. Gue langsung menanyakan poin poin penting aja. Berikut summarynya

  1. Model kebayanya gak kalah variatif, tetapi sejauh yang gue lihat (maafkan jika mata gue salah) make upnya gak terlalu manglingi alias gak terlalu oke.
  2.  Paket akad untuk sepasang pengantin (laki-laki dan wanita) dihargai 1.000.000. Kalo wanitanya aja cuma 600.000 ini udah satu set sama make up dan jilbab dengan full aksesoris. Lebih murah 50.000  jika si Randy diharuskan menjahit jas nya sendiri untuk keperluan akad.
  3. Tambahan make up per kepala dihargai 150.000 (lebih mahal 50.000) dan untuk anak anak 100.000. Ini gue agak sikut sikutan sama Randy mengingat 50.000 matters a lot deh ya kalo udah gini.
  4. Karna udah ilfeel akibat kelebihan 50.000 yang gue sebutkan di atas maka akhirnya kami memilih pamit.
Maka akhirnya keyakinan kami terhadap salon agaknya terjawab dengan pasti. Semoga ceklis ke depan semakin mempermudah kami ke jalan yang benar. Sedap kakak! Amin.

Sekian

Erlyn Annisa :)

Selasa, 03 Februari 2015

Teruntuk Inneke Putri dan teman teman BMDP (yang sekarang sudah SSH)

Dua minggu ditinggal empat orang sekaligus. Doh! Sedih bukan buaian pokoknya.

Inneke adalah teman pertama di AAB. Teman yang mengenalkan bahwa ada tukang soto betawi enak yang letaknya di belakang kantor. Teman kosan yang gak tau gimana, gak pake janjian tau tau bisa ngekos di tempat yang sama. Aku masih inget banget kita pindah kosan ngangkut ngangkut kresek penuh dengan barang barang kamu dan segala koper semacam dieliminasi karna kosan lama kita bahkan gak muat buat rukuk kalo lagi sholat. Malam malam bertiga rika muterin komplek adhyaksa karna takut ketawan terjadi konspirasi perpindahan kosan secara besar besaran.

Akhirnya kamu lulus juga ya ke dari AAB dengan pekerjaan yang kamu impi impikan, Actuary! Alhamdulillah. Sukses selalu ya keee di tempat baru. Tetap jadi keke yang suka joget joget setiap liat TV besar di Giant yang memutar vidio clip SNSD. Tetap jadi keke yang kalo naik motor ngebut kaya cabe cabean. Jangan galau galau perihal menikah ya kee karna jodoh sudah diatur Allah. Plis banget kita belum makan mujigaeee ahahaha. Biarlah tinggal aku dan Wenda yang meneruskan tahta geng kutu yang kita banggakan, karna kamu dan Poppy sudah terlebih dahulu lulus. Semoga kami bisa menemukan jalan kami juga nantinya *cie curhat colongan anaknya*

Setelah galau belum juga surut, tiga cacat yang kesehariannya hobi main kasti pake kardus pie susu, akhirnya juga harus menyerahkan kursi kursi kepada adik BMDP mereka. Akhirnya mereka naik pangkat jadi SSH sungguhan di cabangnya masing masing dan akan selesai dipanggil "MT Branch" yang padahal sih udah gak seharusnya lagi ya dialamatkan sama mereka sejak lama.

Ekki Primanda, manusia yang ini hobinya nyinyir sama ngajakin orang sore sore makan indomie. Dia ini merasa jiwa leadershipnya tinggi, tapi entah mengapa gak pernah diajakin jadi satu kepanitiaan pun di AAB *UHUK*. But still Ekki ini yang paling asik diajak ngobrol serius baik dari soal pekerjaan maupun urusan pernikahan dan cinta cintaan. Perawakannya tinggi besar, kalo foto cuma mangap doang gak ngerti kenapa, baju kemejanya selalu masuk di depan dan keluar di belakang dengan penjelasan filosofi yang sangat tidak perlu didengar. Selamat menjadi warga Bandung Ek, entah sampai berapa lama. Jangan galau akan LDR sama calon istri karena maret segera datang. Semoga jas lo muat yaa karna kan udah gak makan indomie sore sore :p.

Gea Rafdan Anggana, yang ini orang jawa alus yang pemalunya bukan main. Anak Bunda, yang kalo nelfon Ibunya pake "I love you Bundaa...." , yang bahkan umurnya mudaan dia sebulan dari gue (ini sungguh penghinaan). Hobinya makan ayam kemang yang katanya super enak dan fenomenal, gue gak kebayang sih itu enaknya seapa ya :)).  Tapi sungguh banyak yang naksir sama manusia satu ini, nampaknya, termasuk Jeffry yang lelaki. Wishesnya setelah sampai cabang semoga lo jauh lebih peka, karna ingaat salesnya ada 7 orang. Jadi harus lebih perhatian sama sekitar, lebih dewasa dan coba lebih mengerti bahwa gak semua orang bisa baca pikiran orang lain kaya baca cawan sakti. Lo anak baik, Sukses yaaa Ge!

Ruby Theofelea, manusia paling rese yang sukses bikin wati jadi super drama mengeluarkan ekpresi sinetron tiap ngomong. Jomblo seumur dengan lamanya Jepang menjajah Indonesia. Manusia yang ngakunya kolesteroal-an tapi hobi banget bawa bekel babi. Kalo kata wati "setiap ada mas theo semua barang jadi terbang terbangan". Heboh banget tiap vlookup gagal, nelfonin gue dengan nada panik. Dan biarpun yang dicari winda tetep ajaa telfonnya ke gue, dengan alasan cuma gue yang pake xl dan telfonnya jadi lebih murah,cih murahan anaknya. Semoga lo gak lebay lebay lagi ya Te di cabang nanti. Gak kebanyakan galau jugaa, buat pilih makan gratis aja bisa 2 minggu sendiri karna bingung pengen makan semua yang ujung ujungnya gak kemakan. Jangan sedih karna belum ada satupun prospek lo yang menimbulkan secercah harapan, semoga orientasi seksual lo gak bergeser ke lelaki. Jangan kebanyakan nyanyi ah di cabang, bikin gumoh berjamaah deh.

Buat kalian bertiga, terimakasih karna udah sering nyusahin gue, ngebajak lync atau status bbm, karna gue akan kangen (mungkin). Ngobrol di pak dar sore sore menjelang jam 5. Makan siang jauh jauh setiap region gak ada dan segala hal absurd lainnya. Tetap kontak kontakan tapi ya jangan annoying annoying banget sampe tiap hari nelfon dan lync lah yaaa, hargai privasi gue sebagai pegawai biasa. See  you again di...nikahan Ekki :D

Tertanda

Erlyn Annisa
Branch Support Officer



Rabu, 24 Desember 2014

Gone girl

Mencoba lagi buat bikin review film on my own blog. At least im die trying ya. 

People are just too evil to path-ed they are watching gone girl, and giving a comment like it was an unexpected movie or at least a kind of. Sampai akhirnya gue memberanikan beli dvd 5000annya di bekasi. 

Dan menontonnya. 

Dan ngepath. 

Dan dikomen directly (komen yg bagus dan menambah semangat gue melanjutkan film yg baru ketonton setengah itu). 

Dan memang bagus. Gue puas banget. Dua setengah jam gue gak terbuang cuma cuma and i spent my 5000 right. Rosamund Pike harus diberikan pujian bertubi tubi sih karna mengiyakan film ini. 

Kira kira singkatnya begini :

Nick Dunne (Ben Affleck)  lost his wife Amy (Rosamund Pike)  in their 5th anniversarry. Dituding membunuh istrinya karena semua bukti dan ciri ciri merujuk kepadanya,  Nick gerah. Well a stupid young girl like me wud think the same way sih,  dia pasti pembunuhnya dsb dsb. 

Tapi ternyata ini semua ulah istrinya, yang seolah seolah membuat Nick bersalah. Karena Amy mergokin Nick selingkuh sama gadis muda belia yg sedang mekar mekarnya. 

Setelah melalui perjalanan panjang Amy justru memutuskan untuk giving Nick a win win solution. Dia kembali ke rumah dengan skenario panjang yang berkembang sampai jauh sekali, and they finally got back together. 

Menurut gue ceritanya sangat mungkin terjadi di kehidupan nyata. It freaks me out a little. Kaya udah bagian seru seru menegangkan gitu earphone pasti gue copot karna soundnya ketek banget. Heboh heboh bergemuruh membuncah di dada. 

Tapi sekali lagi gue katakan gue amat puas. A must see. I dont know where the story comes from tapi ceritanya kokoh dan sangat terperinci. Gue selalu berpikir kalau mau buat tulisan atau cerita tentang sesuatu lo harus paham, berdasarkan pengalaman atau cerita orang lain, intinya harus kokoh fondasinya. Dan film ini iya banget.

Jadi yang hobi nonton film yang kebanyakan mikirnya daripada nafasnya silakan dibeli di toko toko terdekat dvdnya ya guys. Dalami dan jangan tolehkan mata lo kemanapun, fokus ke layar aja.

Ciao.